Rabu, 14 Oktober 2009
Tukang Kayu yang Kaya Instan
Ada dua orang tukang kayu. Seorang tukang yang sudah senior, dan seorang tukang kayu junior. Suatu hari, si tukang kayu senior sedang akan memaku. Ia memegang sebatang paku sepanjang 10 cm dan bersiap memakunya. Si junior pun memperhatikan seniornya dengan penuh perhatian.
Tepat ketika si senior bersiap memukulkan martilnya, tiba-tiba Hp si junior berdering. Ia pun keluar dari ruangan tersebut sebentar untuk mengangkat telepon yang masuk. “Ah, cuma miscal” serunya kesal. Ketika ia masuk kembali ke ruangan tersebut, ia melihat paku itu telah menancap sempurna pada kayu yang cukup tebal.
“Wah, senior hebat sekali. Paku 10 cm bisa dimasukkan ke dalam kayu tebal itu hanya dengan sekali pukul. Benar-benar tukang kayu bertangan dewa. Aku juga mau seperti itu…Tolong ajari aku!!” .
Si senior hanya bisa geleng-geleng kepala melihatnya. Padahal waktu si junior keluar untuk menjawab telepon tadi, ia memukul paku itu berkali-kali dengan teliti dan sabar, sedikit-demi sedikit, sampai akhirnya menancap sempurna.
Cerita di atas adalah analogi dari orang-orang yang ingin kaya instan. Melihat “tukang kayu senior”(orang-orang yang sudah sukses) memasukkan paku hanya pada saat “paku itu telah dimasukkan sempurna”(saat orang itu telah menikmati kesuksesannya). Mereka tidak melihat proses memakunya “memasukkan paku sedikit demi sedikit”(bagaimana perjuangan orang itu hingga bisa mencapai kesuksesannya seperti sekarang). Malah mereka ingin “memasukkan paku dengan sekali pukul”(kaya instan).
Demikian pula yang terjadi dalam bisnis online. Banyak orang yang mengira bisnis online adalah cara kaya instan. Persepsinya adalah “Bila saya join bisnis online tertentu atau membeli ebook panduan tertentu, saya akan segera memiliki penghasilan puluhan juta per bulan” ,atau “setelah saya transfer untuk membeli ebook ini, besoknya setumpuk uang akan hadir di rekening saya”.
Persepsi ingin kaya instan seperti ini akan membuat kita mudah dimanfaatkan oknum-oknum yang menawarkan kaya instan. Tinggal menawarkan sesuatu dengan kata-kata manis plus janji kaya instan, orang-orang yang ingin kaya instan pun terpedaya. Akhirnya kaya instan hanya menjadi angan-angan, malah si penjual itu lah yang kaya instan setelah menipu uang kita :p
Bisnis online adalah bisnis yang menggunakan media internet. Ada sesuatu yang dijual, entah itu produk fisik atau produk digital(ebook)…entah itu produk sendiri, menjualkan/mempromosikan produk orang lain untuk mendapat komisi, ataupun menjual jasa(membuatkan website, menulis review, menampilkan iklan,dll). Ada yang dijual, ada yang membeli, barulah ada uang masuk. Jadi mana ada duduk-duduk diam dapat uang tanpa upaya apapun.
Betul bahwa bisnis online mepunyai banyak kelebihan dibanding bisnis biasa. Betul bahwa tidak sedikit orang yang sudah punya penghasilan puluhan bahkan ratusan juta per bulan dari bisnis online. Bahkan internet marketer luar negeri bisa menghasilkan ratusan ribu dollar hanya bermodal mengirim sebuah email. Tapi kita perlu juga melihat “proses memasukkan paku” nya. Bagaimana upayanya hingga bisa mencapai prestasi seperti sekarang.
Walaupun tidak bisa kaya instan, tapi kita bisa belajar kerja cerdas. Maksudnya belajar metode yang paling efektif untuk mempercepat kesuksesan kita. Ibaratnya, ketika orang lain menggali tanah dengan tangan, kita belajar menggunakan sekop sehingga kerja kita lebih cepat dan lebih efisien. Caranya, misalnya kita mempelajari metode-metode yang digunakan dan dibuktikan orang-orang yang telah sukses lebih dulu.
*Semoga artikel ini bisa menjawab pertanyaan teman-teman yang menanyakan: “apakah bisnis online itu bisa membuat kita kaya instan?”
Say yes to kerja cerdas
Say no to kaya instan
Salam sukses untuk kita semua :)
Catatan:
Bila anda tertarik dengan tulisan saya dan ingin mengikuti tulisan-tulisan saya yang lain, dapatkan informasi artikel terbaru yang akan dikirimkan ke e-mail anda setiap saya menulis artikel baru di blog ini. Caranya mudah, tinggal masukkan alamat e-mail anda pada kolom di sebelah kanan kedua dari atas yang bertulisan “FeedBurner”
Atau bookmark saja alamat blog ini, atau catat saja alamat blog ini: solusi-sukses.blogspot.com . Kunjungan anda sangat berharga :)
Baca Selengkapnya...
Sabtu, 26 September 2009
ATM… Solusi Sukses
Setiap orang…lebih tepatnya hampir setiap orang ingin sukses. Masalahnya tidak semua orang yang ingin sukses itu benar-benar berani berjuang menggapai kesuksesan. Dan tidak semua orang yang mengejar kesuksesan tahu metode yang benar. Hari ini kita akan membahas rumus ATM sebagai solusi sukses, tidak hanya dalam bisnis online, tapi juga kesuksesan dalam bidang-bidang lainnya.
Amati
Amati atau proses mengamati merupakan sebuah proses pembelajaran. Amati apa saja yang dilakukan orang sukses yang berkaitan dengan kesuksesannya. Adakah sebuah pola prilaku tertentu yang dilakukan orang sukses itu, yang tidak dilakukan orang-orang yang tidak sukses? Apa saja yang bisa dipelajari dari orang sukses itu? Amatilah.
Tiru
Apakah setiap pabrik bola lampu harus menemukan dulu bola lampu, baru pabriknya bisa mulai beroperasi? Tentu saja tidak. Cukup Thomas Alfa Edison yang menemukan bola lampu, pabrik-pabrik ya tinggal memproduksi hasil penemuan tersebut.
Seperti halnya,orang yang melakukan perjalanan, tidak perlu harus menggambar petanya dulu. Ikuti saja peta yang sudah ada.
Sama halnya degan orang yang ingin sukses, tidak harus jungkir balik pontang panting hanya untuk menemukan sebuah metode sukses secara otodidak. Lebih baik mempersingkat waktu dengan meniru/mempelajari orang-orang yang sudah sukses terlebih dulu.
Mereka sudah jungkir balik pontang panting. Mereka sudah mengalami trial dan error. Mereka sudah menjalani prosesnya. Mereka telah menemukan solusi sukses nya. Dan kita bisa mempersingkat proses kita dengan meniru/mempelajari metode mereka yang telah terbukti. Itu namanya kerja cerdas :)
Perlu digarisbawahi, meniru di sini tidak termasuk meniru hasil karya atau hasil kreasi orang lain. Itu sih namanya plagiat…penjiplak…mencuri ide orang dan telah melanggar hak cipta orang lain. Bisa dikategorikan sebagai tindakan pencurian.
Modifikasi
Setiap orang dilahirkan dalam kondisi yang berbeda-beda. Setiap orang punya sifat yang berbeda, kemampuan yang berbeda, dan hidup dalam kondisi lingkungan yang berbeda-beda pula. Suatu metode sukses yang berhasil diterapkan satu orang, belum tentu pasti bisa berhasil diterapkan setiap orang. Jadi alih-alih menelan bulat-bulat semua metode sukses, kita bisa modifikasi metode tersebut untuk disesuaikan dengan keadaan kita dan lingkungan kita masing-masing. Disinilah gunanya kreativitas.
Selain itu, modifikasi juga bisa berarti meng-upgrade atau mengembangkan yang sudah ada menjadi lebih baik, lebih canggih, dan lebih hebat lagi. Seperti cerita pabrik lampu di atas. Pabrik lampu telah memodifikasi bola lampu ciptaan Thomas Alfa Edison menjadi berbagai varian bola lampu yang lebih indah dan lebih canggih dari bentuk asalnya. Kreatiflah! Orang-orang kreatif akan mengungguli orang-orang yang kaku :)
Semoga bermanfaat…dan semoga menemukan solusi sukses anda :)
Sumber: istilah “ATM” tersebut saya dapatkan dari kata-kata Ustad Restu Sugiharto pada acara Take Me Out Indonesia episode Jumat 25 September 2009, yang kemudian saya kembangkan
Catatan:
Bila anda tertarik dengan tulisan saya dan ingin mengikuti tulisan-tulisan saya yang lain, dapatkan informasi artikel terbaru yang akan dikirimkan ke e-mail anda setiap saya menulis artikel baru di blog ini. Caranya mudah, tinggal masukkan alamat e-mail anda pada kolom di sebelah kanan ketiga dari atas yang bertulisan “FeedBurner”
Atau bookmark saja alamat blog ini, atau catat saja alamat blog ini: solusi-sukses.blogspot.com . Kunjungan anda sangat berharga :)
Baca Selengkapnya...
Sabtu, 12 September 2009
Kura-kura dan Kelinci…Bukan Kisah Klasik Biasa
Setelah berhasil berlari jauh meninggalkan kura-kura, kelinci pun menjadi sombong. Karena mengantuk, ia memutuskan tidur dulu di bawah pohon. Kura-kura tanpa putus asa terus berlari menyusul. Sementara kelinci terlarut dalam tidurnya, kura-kura berjalan selangkah demi selangkah dan akhirnya mencapai garis finish. Rasa bangga memenuhi hati kura-kura di sela-sela tepuk tangan dan sorak sorai penonton.
Tiiit…Tiiit…Tiiit…Suara tepuk tangan dan sorakan berganti suara alarm jam. Kura-kura terbangun dari mimpinya. Sebuah kemenangan indah ternyata hanya mimpi. Dan hatinya semakin gugup karena nanti siang adalah saatnya ia lomba lari dengan kelinci.
Seluruh binatang di hutan itu telah berkumpul. Sebentar lagi pertandingan akan dimulai. Kura-kura semakin grogi. Rasanya mustahil ia bisa mengalahkan kura-kura. Lagipula wajah kelinci tampak begitu segar, tidak ada tanda-tanda ia akan mengantuk dan tidur seperti dalam mimpinya. Melihat kura-kura yang tidak percaya diri, pelatihnya coba memberikan kata-kata penyemangat.
“Hey kura-kura…Ingat satu hal…Ketika kita mencoba melakukan sesuatu ada dua kemungkinan..Berhasil atau gagal…tapi ketika kita menyerah sebelum mencoba, hanya ada satu kemungkinan..Pasti gagal. Jadi cobalah! Saya percaya kemampuanmu..Ayo semangat!!”
Bersedia…Siaaapp…Mulaiiii!!! Dor!!
Kelinci langsung melesat dengan kecepatan yang mengagumkan. Sementara kura-kura masih mematung di tempat. “Aku tidak perlu mempermalukan diriku. Jelas-jelas aku bukan tandingan kelinci. Lebih baik aku berbalik dan pulang” Demikian dialog internal dalam batin kura-kura. Sementara kelinci terus berlari semakin jauh.
Pada saat kura-kura akan berbalik badan dan pulang, teringat lagi kata-kata pelatihnya. “Betul juga kata pak pelatih. Bagaimana aku tahu aku akan kalah bila belum mencoba. Kalaupun harus kalah, setidaknya aku kalah dengan bangga karena telah berani mencoba” Dengan semangat yang mulai bangkit, kura-kura pun berlari dengan kecepatan maksimal. Kecepatan maksimal versi kura-kura tentunya.
Langit menjadi gelap. Halilintar menyambar. Hujan pun tumpah dengan derasnya. Lintasan lari yang merupakan tanah berlumpur itu pun jadi basah, becek dan licin. Kelinci mulai tersendat-sendat. Beberapa kali ia terpeleset. Belum lagi kakinya yang semakin berat karena lumpur yang menempel. Perlahan-lahan kura-kura mulai menyusul.
Kura-kura semakin mendekati garis finish. Namun kelinci belum mau kalah tampaknya. Dengan sekuat tenaga ia mulai berlari dan semakin mendekati kura-kura. Melihat ini semangat kura-kura mulai ciut. Konsentrasinya buyar dan tidak sengaja tersandung batu. Ia pun jatuh dalam keadaan terbalik dan mendarat dengan cangkangnya…meluncur di tanah berlumpur yang licin dan agak miring itu.
“Ah sial…Padahal sudah hampir menang” pikirnya. Hatinya kecewa bercampur kesal. Sorak sorai dan tepuk tangan penonton semakin membuatnya kecewa. “Harusnya tepuk tangan itu untukku” pikirnya. Dengan susah payah akhirnya ia berhasil berdiri. Melihat sekeliling membuatnya terkejut…Ternyata ia telah berada di garis finish, setengah meter dari kelinci yang sudah ngos-ngosan. “Yeeeaaahhh!!! Akhirnya aku menang”
Cerita seperti itu tentu saja bukan omong kosong belaka. Pernah nonton pertandingan tinju dimana kedua petinju – walau beratnya sama – yang satu tinggi sedangkan yang satunya pendek? Apakah yang menang pasti si petinju tinggi yang memiliki jangkauan panjang? Belum tentu. Tidak jarang si petinju pendeklah yang menang. Dan beberapa kali saya melihat petinju senior yang memiliki jam terbang cukup banyak, berhasil di K.O oleh lawannya yang petinju pemula yang baru beberapa kali bertanding.
Bagaimana dalam bidang lainnya? Apakah orang-orang yang punya nama besar di suatu bidang, sejak lahir adalah seorang bayi super dengan talenta istimewa? Dan bagi yang suka membaca kisah-kisah orang sukses pasti tahu bahwa orang-orang sukses tersebut tadinya adalah orang biasa-biasa, bukan siapa-siapa, bukan makhluk super.
Yang membedakan seorang pemenang dan pecundang, orang sukses dengan orang gagal, salah satunya adalah kemauan untuk MENCOBA. Bagaimana kita bisa tahu kita akan sukses atau gagal bila kita belum mencoba? Sebaliknya orang yang tidak mau mencoba sudah pasti gagal. Itu namanya menyerah sebelum bertanding.
Dalam cerita di atas, apakah kura-kura hanya sekedar beruntung? Orang bermental sukses tidak akan menunggu keberuntungan, melainkan menciptakan keberuntungan itu sendiri. Apakah kita akan menemukan keberuntungan bila mencoba pun tidak berani? Ketika kita berani mencoba dan berusaha maksimal, saya yakin Tuhan pasti akan membantu kita lewat kekuatan-kekuatan yang tidak terlihat dan hal-hal yang di luar dugaan. :)
“Just do our best and let God take care of the rest”
Isn’t it? :)
Baca Selengkapnya...
Rabu, 09 September 2009
Jangan Bermimpi lagi..Hentikan Mimpimu Sekarang
Saat itu saya sedang membolak-balik sebuah majalah lokal. Melihat-lihat sekilas judul artikel-artikel di majalah itu. Upz..Ada sebuah artikel yang kelihatannya menarik. Dilihat dari judulnya, tampaknya artikel yang berbicara tentang kesuksesan. Dan saya meneruskan membaca.
Awal-awalnya artikel itu membahas tentang pentingnya “merasa cukup” dan “menghargai apa yang kita miliki”. Hmm..Hmm..saya setuju. Kita memang harus bersyukur atas hidup kita. Menghargai apa yang kita miliki, karena di luar sana banyak orang yang hidup lebih kekurangan dari kita, tidak memiliki apa yang kita miliki. Bersyukur itu sangat penting.
Tapi semakin membaca, saya koq makin gak setuju. Ujung-ujungnya artikel itu mengatakan bahwa “Sekarang ini di luar sana semakin banyak formula sukses yang meracuni pikiran kita” , dan artikel itu diakhiri kalimat “ Lebih baik kamu puas dengan keadaan mu sekarang, dan berhenti menghayal” . Hey..Apa-apaan ini. Saya sama sekali TIDAK SETUJU.
“Banyak formula sukses yang meracuni pikiran kita ?”
Kata siapa? Bagi saya ilmu-ilmu tentang sukses, motivasi, pengembangan diri, berpikir positif, Law Of Attraction, dll malah sangat bermanfaat bagi saya. Dengan mempelajari dan membaca buku-buku seperti itu, malah membuat saya lebih termotivasi untuk mengejar kesuksesan, dan menjadikan hidup saya berkembang ke arah lebih baik. Dan saya yakin di luar sana pun banyak orang menemukan solusi sukses nya karena ilmu-ilmu semacam ini. Buktinya buku-buku tentang kesuksesan bertebaran di seluruh dunia. Seminar-seminar tentang kesuksesan selalu laris manis. Dan kenyataannya buku-bukunya Napoleon Hill terus dicetak ulang selama berpuluh-puluh tahun.
“Lebih Baik Kamu Puas Dengan Keadaanmu Sekarang, Jangan Menghayal Lagi?”
Dengan kata lain gagasan ini menyuruh kita untuk mengubur semua mimpi-mimpi kita. Gagasan ini kesannya kejam sekali dan melanggar hak azasi manusia. Bukankah setiap orang berhak untuk bermimpi? Bukankah orang-orang sukses sepanjang sejarah adalah orang-orang yang berani bermimpi dan berani mewujudkan mimpinya, bukan orang-orang yang teriak-teriak “ Sudahlah..Hidup yang biasa-biasa saja..jangan muluk-muluk..bla..bla..bla..”
Setiap orang berhak untuk sukses. Setiap orang berhak untuk mengejar mimpinya. Setiap orang berhak untuk membuat hidupnya lebih maju dan berkembang ke arah yang lebih baik. Pendapat di atas akan membuat hidup kita tidak bisa berkembang lagi, begini-begini saja sampai mati.
Merasa puas itu sangat penting, dalam artian mensyukuri/menghargai apa-apa yang kita miliki. Dengan bersyukur, kita akan lebih mudah mendapatkan lebih banyak dari yang sekarang kita miliki. Namun, merasa puas versi penulis artikel tersebut menurut saya kurang tepat. Merasa puas, kemudian tidak berbuat apa-apa lagi…akan membuat kita stuck..diam di tempat…tidak bisa maju-maju lagi. Dan ini hanya cocok untuk mereka yang ingin tertinggal dan mengalami kemunduran hidup. Bukan untuk pribadi-pribadi yang ingin terus berkembang.
Bukankah hidup ini sangat berharga? Bukankah lebih baik kita mengisi hidup ini dengan hal-hal positif untuk membuat diri kita terus berkembang dalam semua aspek hidup kita, menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari? Bandingkan dengan mengisi hidup dengan diam-diam, tidak berbuat sesuatu untuk kemajuan, tidak punya mimpi, tidak berkembang, hidup begitu-begitu saja sampai mati. Pilih yang mana? :)
Yang di atas hanya pendapat saya saja..Tidak harus setuju.. :)
Kalo menurut anda? :)
Baca Selengkapnya...
Sabtu, 05 September 2009
Besok...
1 September 1950
Ibu: Joni..kerjakan PR mu
Joni: Besok aja bu..kan besok libur..
2 Mei 1960
Cecep : Jon, cewek itu cantik ya.
Joni: Oh itu. Namanya Marni, anak pak Komar. Saya sudah dua bulan ini naksir dia, Cep
Cecep: Oo..Trus dia tau?
Joni: Ya belum..Wong dia aja belum kenal aku.
Cecep: kalo gitu, sekarang aja kamu ajak dia kenalan.
Joni: Besok aja Cep..Kan aku malu..
12 Juni 1960
Cecep: Lho? Kamu kenapa Jon? Koq duduk sendirian gitu?
Joni: Aku lagi sedih Cep. Si Marni sudah jadi milik orang.
Cecep: Lha..Kamu sih, dari kemarin-kemarin gak mau deketin dia. Ya udah, jangan sedih.. Kita pergi makan di warung Mbok Inah aja ya..
Joni: Besok aja Cep.. Aku lagi sedih nih, gak nafsu makan
5 Oktober 1965
Cecep: Jon, teman-teman udah pada kerja. Kamu masih nganggur?
Joni: Iya Cep
Cecep: Koq gak cari kerja?
Joni: Besok aja la Jon..Aku mau istirahat dulu.
13 Maret 1972
Bos: Joni..Tolong antarkan berkas ini ke lantai 2.
Joni: Besok aja lah bos. Saya lagi gak enak badan nih.
Bos: Oo..boleh..boleh.. Ngomong-ngomong besok kamu nda usah datang lagi. KAMU SAYA PECAATTT!!!
Dan waktu pun terus berjalan…..
29 Agustus 2009
Dokter : Joni..ini obatnya diminum ya..
Joni: Besok aja Dok..Saya lagi malas
31 Agustus 2009
Malaikat Pencabut Nyawa: Joni..waktu kamu sudah habis..ayo ikut saya
Joni: Besok aja mas..Saya masih pengen di sini dulu..
Malaikat Pencabut Nyawa: Besok gundulmu!! Mati koq nawar..Hayo ikuttt!!!
Sebuah kisah selingan untuk memancing senyum anda, para pembaca.. :)
Dalam hidup ini banyak orang sering sekali menunda-nunda pekerjaan. Ketika ingin melakukan sesuatu atau disuruh melakukan sesuatu, kalimat yang pertama meluncur dari mulut adalah “Besok saja” , “Nanti saja” , “Minggu depan” …eh buntut-buntutnya tidak jadi karena sudah lupa. :)
Perbuatan menunda-nunda akan memberikan banyak kerugian bagi kita. Setiap kali menunda-nunda, setiap kali itu pula kita telah membuang detik demi detik waktu kita. Dalam bisnis, sikap menunda-nunda akan menyebabkan peluang emas yang ada di depan mata keburu disabet orang.
Waktu terus berjalan. Detik-demi detik berlalu. Dan waktu yang kita miliki ada batasnya. Bila kita tidak menggunakan waktu ini dengan sebaik-baiknya, memboroskan waktu dengan penundaan, pada saatnya nanti kita akan menyesal karena telah banyak waktu terbuang, tapi ternyata kita belum melakukan apapun untuk hidup kita.
Mari kita bersama-sama lebih menghargai waktu kita. Setiap detik itu sangat berharga. Apa yang bisa dikerjakan sekarang, kerjakanlah sekarang. Stop menunda-nunda :)
Menurut anda? :)
Baca Selengkapnya...
Rabu, 02 September 2009
Kisah Petani dan Jagung Super
Parjo dan Parjan baru pulang dari pasar. Mereka baru membeli bibit jagung super. Bibit jagung yang ini adalah bibit jagung unggulan hasil penelitian mahasiswa jurusan pertanian. Tongkolnya besar dan isinya banyak, demikianlah janji dari si penjual. Parjo dan Parjan sudah tidak sabar membayangkan dirinya memanen jagung-jagung super yang tongkolnya besar dan isinya banyak tersebut.
Siang itu matahari bersinar terik. Parjan sedang menyebarkan pupuk di sawahnya. Ia bekerja dengan giat karena yakin kerja keras akan menjadi solusi sukses nya. Lain lagi Parjo. Parjo sedang tidur-tiduran di teras rumahnya. “Hari ini panas sekali, jadi malas mau kerja. Besok-besok saja lah.” , demikian pikir Parjo. Ia pun menghabiskan hari itu dengan tidur-tiduran sambil membayangkan jagung super bertongkol besar dan isinya banyak. Sampai dia ketiduran, mengigau dan menggumamkan jagung super.
Satu bulan lagi berlalu. Hari itu cuaca mendung. Angin yang sejuk seolah-olah membujuk orang untuk tidur. Parjo sedang menguap lebar sambil membayangkan jagung super. Seperti biasa, Parjo sedang bermalas-malasan di teras rumahnya. “Bodoh si Parjan. Cuaca sebagus ini sayang disia-siakan. Kerja kan bisa besok-besok. Kalo sekarang enaknya tidur. Nikmatnya jagung super…eh…nikmatnya dunia. Hoooaaahmm..” Parjo pun tertidur lelap setelah beberapa kali menguap. Dan lagi-lagi memimpikan jagung super.
Hari demi hari berlalu. Tibalah saatnya panen. Parjan tersenyum bangga. Kerja kerasnya terbayar sudah. Hamparan jagung super “bertongkol besar dan isinya banyak” terbentang di hadapannya. Sungguh pemandangan elok yang memanjakan mata orang yang melihatnya. Kerja keras Parjan selama ini telah menjadi solusi sukses nya.
Namun di tengah kegembiraannya, Parjan terusik oleh suara orang berteriak-teriak. Ternyata si Parjo yang sedang mengumpat-ngumpat dengan kesal.
Parjo: “Penipu!! Penipu!! Apanya bibit unggul! Apanya jagung super! “
Parjan: “Jo. Ada apa toh teriak-teriak? “
Parjo: “Ini nih. Katanya jagung super, tongkolnya besar dan isinya banyak. Mana?”
Parjo menunjuk sawahnya. Di tengah sawah Parjo yang lumayan luas hanya tampak beberapa batang jagung yang kecil-kecil dan hampir layu. Sisanya rumput liar.
Parjo: “Liat sendiri kan. Dasar penipu! Jagung super opo..!! Penipu!! Penipu!! “
Parjan: “Sabar dulu, Jo. Bibitnya asli koq. Tuh buktinya jagung ku tumbuh subur. Tongkolnya besar dan isinya banyak. Sesuai seperti yang dijanjikan”
Parjo: “lha? Punyaku koq gak tumbuh? Oo, ini Tuhan nda adil ini. Tuhan nda adil!! Tuhan nda adil!!”
Parjan hanya bisa senyum-senyum dan geleng-geleng kepala melihat ulah sahabatnya.
Nah, apakah anda sudah menangkap suatu kesimpulan dari kisah di atas? Tanam jagung, manen jagung. Tanam ubi, manen ubi. Dan khususnya dalam cerita di atas, tanam jagung super, manen jagung super. :)
Kerja keras Parjan telah menjadi sousi sukses nya menghasilkan jagung super yang begitu indah . Demikian pula, Parjo memanen hasil yang berbanding lurus dengan cara dia memperlakukan bibitnya. Kerja asal-asalan tentu saja tidak akan memberikan hasil yang maksimal, dan tidak akan menemukan solusi sukses nya.
Banyak orang ingin sukses. Tapi hanya sekedar ingin. Keinginan untuk sukses tersebut tidak sesuai dengan prilakunya sehari-hari. Apakah mereka sudah melakukan tindakan nyata untuk mewujudkan kesuksesan tersebut? Apakah mereka sudah berjuang secara maksimal? Tidak menanam benih-benih kesuksesan, bagaimana bisa menikmati manisnya buah kesuksesan.
Sebagian orang lainnya, ketika keinginannya tidak tercapai, mereka akan mulai berteriak-teriak menimpakan kesalahan pada orang lain. Salah penjual benih kah? Salah Tuhan kah? Atau salah dirinya sendiri? Sudahkah ia melihat ke dalam dirinya? Dan yang terpenting, apakah dengan menimpakan kesalahan pada orang lain akan membuat dirinya menemukan solusi sukses?
Nah, mari kita menanam benih-benih yang memungkinkan kita untuk mencapai hasil / goal yang kita inginkan. Yakinlah sekecil apapun hal yang kita lakukan saat ini, sedikit banyak akan memberi pengaruh pada kehidupan kita mendatang.
Mari bercocok tanam..eh..mari berjuang mewujudkan impian kita :)
Baca Selengkapnya...
Rabu, 26 Agustus 2009
Motivasi Kendor? Ayo Recharge Kembali Motivasi Anda
Seperti kita ketahui , untuk mencapai sukses yang kita inginkan, dibutuhkan motivasi yang kuat. Motivasi inilah yang mendorong kita untuk terus berjuang mengejar impian kita. Namun dalam mengejar impian, tidak jarang kita menemui berbagai rintangan. Rintangan-rintangan ini malah melemahkan motivasi kita. Saatnya me-re-charge motivasi kita agar lebih bersemangat. Ini ada sedikit tips.
Langkah Pertama:
Silahkan duduk atau berbaring, atau posisi apapun yang paling nyaman untuk anda. Rilekskan tubuh anda. Bernafaslah yang panjang dan dalam. Lakukan sampai anda benar-benar rileks dan merasa nyaman.
Langkah Kedua:
Pejamkan mata. Bayangkan anda sedang menonton sebuah film. Sebuah adegan dimana anda telah berhasil mencapai hal yang anda inginkan. Apa yang terjadi di sana? Bagaimana kondisinya? Amati.
Langkah Ketiga:
Sekarang ubah peran anda dari penonton menjadi pelaku. Bayangkan diri anda benar-benar sedang mengalami hal tersebut. Visualisasikan secara detail. Apa yang anda lihat? Apa yang anda dengar? Ucapan selamat dari teman anda, mungkin. Bagaimana keadaan saat itu? Sejuk? Panas? Buat se-detail mungkin. Kemudian amati perasaan apa yang anda rasakan? Senang? Bangga luar biasa?
Langkah Keempat:
Kembali ke saat ini. Ingat kembali perasaan yang anda rasakan barusan. Itu adalah perasaan yang anda rasakan ketika anda berhasil mencapai impian anda nanti. Sekarang rasakan diri anda lebih bersemangat, bahkan jauh lebih bersemangat dari sebelumnya. Bayangkan parameter motivasi anda telah mencapai angka tertinggi. Full. Anda sangat bersemangat sekarang.
Langkah Kelima:
Bangunlah dengan perasaan segar dan bersemangat. Rasakan tubuh anda sangat berenergi. Sekarang anda sangat bersemangat dan semakin termotivasi untuk berjuang mewujudkan impian anda. :)
Semoga tips di atas bermanfaat untuk mengembalikan motivasi anda.
Semoga anda menemukan solusi sukses anda.
Semangat!! Semangat!! ^_^
Baca Selengkapnya...
Rabu, 19 Agustus 2009
Outcome Frame...Melangkah Pasti Menuju Tujuan
Dalam ilmu NLP ada istilah outcome frame. Outcome adalah hasil yang ingin dicapai, Frame adalah bingkai atau kerangka. Jadi outcome frame adalah kerangka berpikir yang berorientasi pada hasil/tujuan yang ingin dicapai. Dengan merumuskan outcome frame, kita bisa bertindak lebih efektif dan memaksimalkan kemungkinan untuk mencapai hasil yang kita inginkan tersebut. Outcome Frame dapat dirumuskan lewat serangkaian pertanyaan berikut ini.
1. Apa Yang Saya Inginkan?
Lebih tepatnya, apa sih persisnya yang saya inginkan?
Misal: saya ingin menghasilkan 22 juta rupiah.
2. Kapan Saya Menginginkan Hal Ini?
Tuliskan kapan persisnya kita menginginkan hal tersebut.
Misal: saya ingin sudah menghasilkan 22 juta rupiah pada 29 September 2009
3. Bagaimana Saya Tahu Saya Telah Mendapatkan Keinginan Tersebut?
Seringkali kita tidak sadar bahwa sebenarnya kita sudah mendapatkan hal yang kita inginkan
tersebut. Coba tulis secara detail apa tandanya kita sudah mendapatkan hal tersebut.
Misal: Ketika di rekening saya telah ada tambahan uang 22 juta rupiah
4. Ketika saya mendapatkan keinginan saya tersebut, apa lagi aspek hidup saya yang lain yang ikut berkembang?
Ketika kita telah mendapatkannya, adakah aspek hidup kita yang lain yang ikut berkembang?
Misal: Saya akan lebih percaya diri untuk menghasilkan uang yang lebih banyak lagi, saya akan bisa menginvestasikan uang tersebut untuk menghasilkan lebih banyak uang, Keluarga saya akan lebih bahagia
5. Sumber Daya Apa yang Saya Miliki Untuk Membantu Saya Mencapai Tujuan Tersebut?
Sumber daya apa saja yang telah kita miliki sekarang?
Misal: Kreativitas, uang tabungan 1 juta rupiah, teman yang lebih ahli dari kita
6. Bagaimana Caranya Saya Mengoptimalkan Sumberdaya Yang Saya Miliki?
Bagaimana kita menggunakan sumberdaya itu secara maksimal
Misal: Saya akan memanfaatkan kreativitas saya untuk menciptakan berbagai ide pemasaran yang baru, Saya akan menghemat uang 1 juta tersebut untuk memasang iklan hanya di situs iklan baris yang benar-benar efektif, saya akan banyak bertanya dan berkonsultasi pada teman saya yang lebih ahli
7. Apa Sekarang Harus Saya Lakukan Untuk Mencapai Hasil Yang Saya Inginkan Itu?
Saatnya menentukan Action/tindakan yang akan diambil
Misal: Saya akan melakukan promosi secara besar-besaran sejak sekarang
Ambil selembar kertas dan rumuskanlah pertanyaan-pertanyaan di atas.
Demikianlah tehnik outcome frame yang membantu kita untuk merumuskan tujuan kita dengan jelas sehingga action yang diambil pun bisa lebih terarah dan memaksimalkan keberhasilan kita. Silahkan dipraktekkan. Semoga bermanfaat dan semoga tujuan yang anda inginkan dapat segera tercapai :)
Salam Sukses
P.S: artikel ini ditulis dengan referensi buku "Understanding NLP" karangan R.H Wiwoho(perintis NLP di Indonesia)
Baca Selengkapnya...
Sabtu, 15 Agustus 2009
Ke Manakah Kapalku Akan Melaju?
Para awak kapal sedang sibuk mengerjakan tugasnya masing-masing. Di geladak kapal sang kapten kapal sedang mengamati berbagai arah dengan teropongnya. Dialah kapten Juan Fool’ean Stupidio , seorang kapten kapal yang namanya cukup tersohor.
Nahkoda : “Kapten, selanjutnya ke arah mana?”
Kapten : “Arahkan kapal 30 derajat ke arah tenggara”
Nahkoda : “Maaf kapten, kalau boleh tahu, sebenarnya kita mau berlayar ke mana? “
Kapten : “Ke arah mana angin membawa kita. Mengitari kolong langit menyusuri samudra”
Nahkoda : (berkata dalam hati) “Wah, tidak heran kapten ini punya nama besar. Jawabannya pun begitu filosofis”
Hari demi hari berlalu. Ternyata kapal itu hanya berputar-putar, tak kunjung tiba di tujuan. Makanan pun semakin menipis. Satu per satu penghuni kapal mati karena kelaparan. Seorang awak kapal yang sudah tidak tahan lagi pun nekat bertanya pada sang kapten.
Awak kapal: “Kapten, sudah 6 bulan kita berputar-putar. Sebenarnya kita mau ke mana?”
Kapten : “Ke arah mana angin membawa kita. Mengitari kolong langit menyusuri samudra”
Awak kapal: “Cukup sudah kami mendengar omong kosong itu! Teman-teman suidah banyak yang mati kelaparan. Cepat katakan yang jelas sebenarnya kita mau ke mana!!”
Kapten : “Emm..Mau ke..Emm..”
Awak kapal : “CEPAT KATAKAN!!!”
Kapten : “ Saya juga tidak tahu…emm…maksudnya…emmm..anu, saya lupa membawa petanya”
Awak Kapal: “APA?!! Nyawa saudara-saudara kami terkorbankan sia-sia karena kebodohanmu!!! Terkutuk!!! Saudara-saudara, ayo bunuh orang bodoh ini!!! “
Para awak kapal pun mengeroyok si kapten sampai mati. Kapal mereka sudah terlanjur berada di antah berantah di tengah samudra. Tidak ada peta pula. Akhirnya semua awak kapal yang tersisa pun tewas kehabisan makanan. Konon sejak saat itu setiap malam purnama, di tengah kabut akan muncul sebuah kapal besar yang sudah rusak dan terdengar suara ratusan orang yang mengerang kelaparan.
Eh, koq ngomongin hantu lagi? Hahaha
Iya, iya, anda benar. Cerita tadi hanya fiktif, karangan saya. Mana mungkin raja Spanyol mau menugaskan kapten bodoh itu untuk memimpin pelayaran :)
Coba pikirkan sejenak. Kapal megah. Senjata dan alat lengkap. Awak kapal banyak. Lalu apa lagi yang kurang? Hanya kurang satu, yaitu peta. Labih tepatnya lagi, tujuan.
Dalam mengejar kesuksesan, mungkin kita tahu bahkan sudah hafal di luar kepala bahwa dalam mengejar kesuksesan harus punya tekad kuat, berpikir positif, kerja keras dan kerja cerdas, namun sebagian orang mungkin lupa satu hal. Tujuan.
Banyak orang yang hanya sekedar menjalani hidup. Hidup tanpa tujuan hidup yang jelas. Akhirnya tahun demi tahun berlalu, hidup mereka pun masih begitu-begitu saja. Tidak ada yang diraih, tidak ada progress, tiada prestasi, tiada pencapaian, tiada yang diperbuat bagi dunia.. Hanya sekedar hidup lalu mati. Selesai.
Ketika kita tidak tahu kita mau ke mana, akhirnya kita memang tidak akan pernah sampai ke mana-mana. Seperti cerita tadi, seseorang sudah punya banyak sumberdaya untuk menunjang kesuksesannya. Namun karena tidak ada tujuan yang jelas, akhirnya dia hanya berputar-putar di tempat sementara sumber daya nya pun semakin terkuras dan akhirnya habis.
Sebaliknya, orang yang sudah punya tujuan yang jelas tahu ke arah mana ia mau melangkah. Baru dia bisa merencanakan langkah-langkah selanjutnya yang mau dia ambil untuk mencapai goal/tujuan tersebut.
Jadi, memiliki tujuan yang jelas adalah hal yang mutlak diperlukan seseorang untuk mencapai kesuksesan yang diinginkannya. Setuju?
Ngomong-ngomong kalo di artikel ini saya membicarakan pentingnya “tujuan” , di artikel selanjutnya saya akan menulis tentang aplikasi langkah-langkah merumuskan tujuan. Anda tertarik? Nantikan di artikel berikutnya. :)
Baca Selengkapnya...
Rabu, 12 Agustus 2009
Hantu Itu Menyenangkan
Saya sedang mencari ide untuk menulis artikel blog. Tiba-tiba pikiran saya memunculkan memori masa lalu saat saya masih TK. Sebuah ingatan tentang hantuuu…
Saat itu kira-kira tahun 1994. Jadi sudah sekitar 15 tahun yang lalu. Saat itu saya membaca sebuah majalah anak-anak. Diantaranya ada sebuah cerpen yang cukup menarik. Saya tidak ingat persisnya, tapi kira-kira ceritanya seperti ini.
Ada seorang anak yang sangat penakut. Ke mana-mana mesti ditemanin karena takut hantu. Ke WC pun minta ditemanin. Suatu hari, ia ke WC dan kakaknya disuruh menunggui di luar pintu. Beberapa kali diajak bicara, kakaknya tidak menyahut. Si adik mulai cemas. Dan saat ia membuka pintu WC, betapa terkejutnya dirinya.
Sesosok hantu telah berdiri di hadapannya. Si adik takut bukan main. Anehnya hantu itu tidak menyakitinya , malah memperkenalkan diri, mengajaknya ngobrol dan…memberinya coklat dan permen. Sejak saat itu si anak tidak penakut lagi. Baginya hantu adalah mahluk yang menyenangkan. Dan tebaklah!! Ternyata sosok hantu itu adalah kakaknya yang mengenakan topeng.
Pembaca : “Lho..Mana hantunya??”
Wellsen : “Itu barusan.”
Pembaca : “Koq gak seram?? Menipu pembaca nih..”
Wellsen : “Lho? Kan saya gak bilang mau cerita seram. Lagian judulnya kan ‘Hantu itu Menyenangkan’..Salah siapa hayoo.. hahahaha.. Saya bercanda :)”
Point nya adalah, “hantu” itu bisa jadi menyeramkan, bisa juga jadi menyenangkan. Artinya “hantu” itu netral. Kitalah yang memberinya label “seram” atau “menyenangkan”. Kita lah yang membuat “hantu” itu jadi “seram” atau jadi “menyenangkan”, atau bahkan “imut” misalnya . Di sini saya berbicara melalui sudut pandang pikiran, bukan mistik. Jadi yang merasa paranormal atau pakar hantu jangan protes dulu ya :p…hahaha
Dan bukan hanya masalah hantu, prinsip ini pun bisa diterapkan dalam berbagai situasi. Misalnya mengubah persepsi dari “hari ini buruk” menjadi “hari ini indah” . Atau belajar untuk lebih sabar misalnya. Aplikasi lainnya misalnya:
- “cari uang itu susah” menjadi “cari uang itu susah atau mudah tergantung metode yang
kita gunakan”
- “sukses hanya milik orang bernasib baik” menjadi “setiap orang punya peluang untuk
sukses”
- “ hidup ini bagai neraka” menjadi “hidup ini jadi surga atau neraka tergantung
bagaimana aku menjalaninya”
- “Aku terlahir sebagai shio semut, jadi tidak mungkin sukses” menjadi “Orang sukses
bukan ditentukan shio nya. Mau shio kecoak, shio semut, shio keong, kalo dia mau
berjuang pasti bisa sukses”
- dll..
Kuncinya adalah persepsi. Cara kita memandang suatu masalah. Suatu hal akan menjadi indah ketika kita menganggapnya indah dan menjadi buruk bila kita menganggapnya buruk. Jadi, mari belajar membiasakan melihat masalah dari persepsi positif. :)
Ngomong-ngomong tentang hantu, apakah anda menyadari saat anda membaca artikel ini, sejak tadi ada sesosok mahluk yang hadir di sebelah anda………hantunya Mbah Surip..haa haa haa haaa. Saya bercanda :)
Baca Selengkapnya...
Sabtu, 08 Agustus 2009
Be a M.A.D
M.A.D bukan mad yang artinya gila. Ini sebuah singkatan. M.A.D= Make a Difference. Ciptakan suatu perbedaan. Mungkin banyak orang tidak suka yang namanya perbedaan. Bagi sebagian orang, perbedaan adalah suatu hal yang menakutkan. Manusia tidak suka hal-hal yang berbeda dari konsep berpikirnya. Tapi benarkah sikap anti-perubahan tersebut?
To Be Different
Sebagian besar orang tidak pernah terpikirkan untuk menjadi beda. “Jangan neko-neko lah” , katanya. Mereka berprilaku, bersikap, berbicara seperti orang pada umumnya. Tidak masalah memang.
Yang jadi masalah adalah jika kita menjadi budak dari pendapat orang lain. Melakukan segala sesuatu yang bukan keinginan kita yang sebenarnya, tapi melakukan sesuatu yang orang lain ingin kita lakukan.
Misalnya seorang remaja yang memakai narkoba karena kawan-kawannya yang lain melakukan hal serupa, dan dia takut dianggap tidak keren bila tidak melakukan hal serupa. Jadi ia memakai narkoba bukan karena dia ingin, tapi untuk memenuhi kesenangan kawannya. Atau seorang ibu-ibu yang bela-belain beli mobil karena semua tetangganya punya mobil, meskipun keuangannya sudah sekarat dan hutang mencekik leher. Atau seorang remaja putri yang diet sampai sekarat karena teman-temannya yang lain langsing.
Atau seperti kisah yang ini.
Berapa orang membuat dirinya sendiri menderita, bahkan sampai menghancurkan diri sendiri hanya demi memuaskan orang lain? Menjadi robot yang digerakkan remote control tetangga atau temannya?
Hanya segelintir orang yang berani tampil beda. Menjadi diri sendiri. Menunjukkan jati dirinya. Melakukan sesuatu atas keinginannya sendiri, bukan untuk memuaskan orang lain. Menjadi trendsetter. Dan biasanya mereka adalah orang istimewa.
Think Different
Benarkah semua pandangan/anggapan umum itu benar? Kalo itu memang benar, kenapa orang-orang yang berpegang pada pandangan umum itu hanya menjadi orang yang biasa-biasa. Tidak sukses, tidak istimewa. Hanya orang biasa-biasa. Dan bukankah orang sukses adalah sebagian kecil dari persentase penduduk dunia? Sebagian kecil = tidak umum = beda.
Mau belajar dari orang “umum” yang hanya orang biasa-biasa? Atau mau belajar cara berpikir dari orang-orang sukses yang mungkin cara berpikirnya agak beda, tapi hasilnya mereka istimewa, punya prestasi.
Berani berpikir beda? Berpikir out of box?
Make A Difference
Ciptakan perbedaan. Dalam dunia bisnis saat ini, kita melihat bahwa orang-orang yang berhasil sukses adalah mereka yang berhasil menciptakan sesuatu yang beda. Sesuatu yang unik. Hal yang inovatif, belum pernah ada sebelumnya.
Professor W. Chan Kim dalam bukunya Blue Ocean Strategy mengajarkan kita untuk menciptakan sesuatu yang baru, yang beda, yang belum pernah ada, untuk menciptakan segmen pasar yang baru, daripada bertarung mati-matian di pasar yang sudah sesak.
Lalu, Ippo Santhosa, creative marketer nomor 1 di Indonesia mengajarkan kita untuk selalu mengeksplorasi otak kanan kita. Eksplorasi kreativitas kita untuk menciptakan perbedaan dan inovasi.
Sesuatu yang langka(beda/tidak umum/tidak lazim) belum tentu istimewa. Tapi hal yang istimewa pasti langka. Kalo gak langka, gak istimewa lagi dunk, pasaran namanya. :)
Baca Selengkapnya...
Sabtu, 25 Juli 2009
Ada dan Tiada
Merujuk pada ilmu NLP, ada semboyan ‘the map is not the territory’ . Sebuah peta wilayah bukanlah wilayah itu sendiri yang sebenarnya. Suatu peta wilayah lebih merupakan cara kita melihat bentuk wilayah itu sendiri. ‘Sudut pandang’ , ‘kacamata’, ‘persepsi’ , ‘cara kita melihat dunia’ . Dengan persepsi kita, kita melabeli suatu hal itu ‘ada’ atau ‘tiada’ .
Benarkah yang ada benar-benar ‘ada’. Benarkah yang tiada benar-benar ‘tiada’. Bisakah mengubah yang ‘tiada’ menjadi ‘ada’.
Kuncinya kreativitas. Kreativitas tidak mengenal batas-batas pemikiran konvensional. Kreativitas dapat melahirkan ide-ide cemerlang, ide bernilai miliaran. Kreativitas dapat menjadikan yang tiada menjadi ada.
“Sebuah ide sederhana yang lahir dari pikiran anda, bisa mengubah anda menjadi milioner dalam semalam” (Mark Victor Hansen & Robert Allen)
Orang zaman dulu menganggap gagasan ‘manusia bisa terbang’ sebagai suatu kegilaan, tapi berawal dari kreativitas dan ide cemerlang, lahirlah pesawat terbang. Orang 20 tahun yang lalu akan mengaggap ide menghasilkan uang dari rumah hanya dari duduk di depan layar komputer adalah ide bodoh. Kenyataannya, zaman sekarang tidak sedikit orang yang berhasil lewat bisnis online bukan ? :)
Penemuan-penemuan teknologi baru dan inovasi-inovasi telah menjadikan yang tiada menjadi ada. Dan semuanya selalu berawal dari suatu imajinasi dan kreativitas. Demikian pula bisnis zaman sekarang, bukankah banyak bisnis sukses yang berbasiskan bisnis kreatif. Kreativitas adalah solusi sukses dalam bisnis.
Mari mencoba berpikir kreatif, mengasah kreativitas. Berpikir melampaui batasan-batasan pemikiran konvensional, berani? :)
Creative people rule the world :)
Sabtu, 18 Juli 2009
Awas!! Seorang Pembunuh Profesional Mengincar Orang-Orang Sukses!!
Kita percaya bahwa di dunia ini tidak ada yang kekal. Demikian halnya kesuksesan. Orang yang berhasil meraih kesuksesan bukan berarti tugasnya selesai. Ia masih harus berusaha mempertahankan kesuksesannya dan memanage hartanya baik-baik. Salah-salah, semua jerih payahnya akan kembali ke titik nol.
Eits..Tunggu dulu. Saya tidak sedang mengajak kita berpikiran negatif atau menjadi si pesimis. Tidak sama sekali. Buang jauh-jauh semua rasa pesimis dan pikiran negatif. Jangan sampai tulisan di atas membuat kita menjadi apatis atau bahkan phobia terhadap kesuksesan.
Artikel kali ini lebih mengajak kita lebih waspada, berhati-hati. Ada bahaya tersembunyi dibalik suatu kesuksesan. Seorang assassin(pembunuh profesional) yang selalu mengarahkan moncong sniper nya ke orang-orang sukses. Sekali tertembak, orang sukses itu hanya tinggal tunggu waktu untuk bangkrut.
Yup. Dialah Mr.Arogansi. Dikenal juga sebagai si sombong, si angkuh, si congkak, si tinggi hati, dll. Dialah pembunuh handal yang menghancurkan orang-orang besar sepanjang sejarah peradaban manusia. Dan setiap ada orang sukses, selalu ada dia yang mengintai.
Sebagai manusia, ketika memiliki sesuatu yang lebih dari orang lain, kemungkinan akan timbul sikap arogansi. Banyak contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang punya jabatan sedikit, sombooong. Kaya sedikit, sombooong. Tokonya sedang ramai sedikit, sombooong, mulai jual mahal terhadap pelanggan. Artis yang tenar sedikit, sombooong, jual mahal terhadap fans. Dll.
Yang jadi persoalan adalah bagaimana kita merespon sikap arogansi yang muncul tersebut. Jangan sampai kesombongan itu membunuh semua kesuksesan yang telah kita bangun susah payah. Banyak raksasa-raksasa bisnis kelas dunia yang tumbang hanya kerena sikap arogansi.
Kesombongan akan membuat kita berhenti berkembang, berhenti belajar, berhenti berinovasi. Stuck di tempat. Mentok. Dan ketika si sombong sedang berhenti di tempat, pesaing-pesaingnya akan menyusulnya dengan cepat, meninggalkannya jauh di belakang. Jadi ingat cerita tentang kura-kura dan kelinci yang lomba lari :)
Sebagai orang yang sedang berjuang mengejar sukses, saya, dan mungkin anda, mari belajar dari yang sudah-sudah. Jangan mengulangi kesalahan orang-orang yang tumbang oleh kesombongannya sendiri. Katakan tidak pada kesombongan dan jangan pernah meremehkan orang lain, siapapun dia. Orang yang rendah hati, saya yakin akan lebih mudah menemukan solusi sukses nya. Dan yang sudah sukses bisa jadi semakin sukses. Dan yang terakhir, orang yang rendah hati itu disukai orang lho..termasuk disukai pelanggan tentunya..hehe :)
Dan saya menutup artikel kali ini dengan pepatah:
“Di atas gunung masih ada gunung”
“Bagaikan ilmu padi, semakin berisi, semakin merunduk”
Baca Selengkapnya...
Sabtu, 11 Juli 2009
Visualisasi : Jurus Maut Mencapai Sukses…Hanya Jika Caranya Benar
Visualisasi adalah metode menciptakan gambaran/citra dalam pikiran yang biasanya berisi keinginan(atau keadaan yang diinginkan) orang tersebut dengan tujuan merealisasikan keinginannya itu. Asumsinya adalah bahwa apa yang kita pikirkan, itulah yang terwujud. Sebenarnya pikiran manusia memiliki kekuatan dahsyat untuk mewujudkan keinginan-keinginan kita. Visualisasi banyak digunakan dalam berbagai bidang, termasuk dalam mencapai kesuksesan.
Visualisasi telah menjadi hal yang lazim kita temukan dalam berbagai literatur tentang kesuksesan. Bahkan dalam buku the Secret, visualisasi diajarkan sebagai cara untuk mengaktifkan Law of Attraction(LOA) . Banyak orang melakukan visualisasi untuk mencapai kesuksesan dalam hidupnya. Tapi, kenapa banyak orang yang visualisasinya tidak efektif, meskipun banyak juga yang berhasil?
Pertama-tama, kita perlu menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang unik. Setiap manusia dilahirkan berbeda-beda. Berbeda sifat, berbeda tingkah laku, berbeda latar belakang, berbeda lingkungannya, berbeda persepsi bahkan berbeda-beda pula mental block nya. Tidak satupun manusia di dunia ini yang sama persis dengan manusia lainnya, sekalipun kembar identik. Jadi, tehnik yang berhasil diterapkan seseorang, tidak ada jaminan mutlak pasti berhasil bila diterapkan oleh orang lainnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, kita perlu memperbaiki tehnik visualisasi kita agar mencapai hasil yang maksimal. Berikut beberapa hal yang harus kita perhatikan.
Sebelum Tidur / Baru Bangun
Pikiran manusia terdiri dari pikiran sadar(conscious mind) dan pikiran bawah sadar(subconscious mind). Visualisasi akan efektif bila berhasil masuk ke dalam pikiran bawah sadar kita. Pikiran sadar kita bekerja pada gelombang Beta, sedangkan pikiran bawah sadar bekerja pada gelombang Alpha/Theta. Jadi kita harus lebih dulu merubah gelombang otak kita ke gelombang Alpha/Theta. Bagi hipnoterapist handal, tentu saja hal ini sangat mudah. Lalu bagaimana dengan orang awam seperti kita?
Manfaatkan waktu pada saat akan tidur dan pada saat baru bangun tidur. Di kedua waktu itu, secara alami pikiran kita memasuki gelombang Alpha/Theta . Jadi pikiran kita menjadi sangat sugestif dan apapun yang kita lakukan pada saat itu akan mudah masuk ke pikiran bawah sadar kita tanpa mendapat perlawanan dari pikiran sadar.
Libatkan 5 Indra
Buatlah visualisasi anda terasa sedemikian nyata. Libatkan kelima indra kita. Misal: apa yang terlihat dalam visualisasi tersebut, apakah ada suara-suara yang terdengar(misal: suara kendaraan), bagaimana cuacanya, panas / dingin, dll. Semakin nyata visualisasi anda, semakin besar kemungkinan anda mencapai keberhasilan yang anda visualisasikan tersebut. Jangan lupa masukkan perasaan bahagia.
Pelaku..Bukan Penonton
Dalam visualisasi, tempatkan diri anda sebagai pelaku, bukan sebagai penonton. Misalnya anda sedang mengvisualisasikan kesuksesan. Rasakan anda benar-benar sedang dalam kondisi kesukesan anda dan merasa bahagia, bukan sedang menonton/melihat diri “anda” yang sedang menikmati kesuksesan.
Repetisi
Lakukan visualisasi secara berulang-ulang setiap hari agar membentuk suatu pola dalam pikiran kita. Repetisi/pengulangan akan memperkuat visualisasi tersebut.
Percaya
Percuma melakukan visualisasi apabila anda tidak mempercayai apa yang sedang anda visualisasikan
Bagaimana bila saat melakukan visualisasi, muncul perasaan tidak tenang atau tidak nyaman? Tandanya ada mental block anda yang sedang menolak visualisasi tersebut. Tidak perlu dipaksakan, hentikan visualisasi. Bereskan dulu mental block tersebut lewat terapis atau membaca buku tentang mental block. Salah satu buku bagus tentang mental block adalah “The Secret of Mindset” karangan Adi W Gunawan.
Sekian tips singkat melakukan visualisasi yang optimal. Semoga bermanfaat untuk menemukan solusi sukses anda.
Salam sukses :)
Referensi : hasil membaca beberapa buku dan artikel-artikel tentang hipnoterapi dan NLP
Baca Selengkapnya...
Sabtu, 06 Juni 2009
Perjalanan 1000 mil Menuju Sukses
(Perjalanan sepanjang 1000 mil berawal dari sebuah langkah kecil)
Sebuah kalimat pendek yang sederhana. Namun bagi saya , kalimat itu bukan sembarang kalimat. Itu adalah kalimat sakti yang bisa memotivasi saya untuk terus berjuang mengejar sukses. Sebuah password untuk mengaktifkan tombol semangat dalam diriku. Itulah sebabnya saya sering menulis “sukses besar berawal dari langkah-langkah kecil” dalam e-mail – e-mail yang saya kirimkan.
Masih ingat dengan kisah Sun Go Kong, si kera sakti? Sebuah karya sastra klasik yang menceritakan tentang perjalanan mengambil kitab suci dari Cina ke India. Walaupun itu cuma cerita fiksi, tapi bayangkan berapa jarak yang harus ditempuh dari Cina ke India dengan berjalan kaki. Apakah mereka bisa sampai di tujuan bila mereka tidak melangkahkan langkah pertama mereka?
Begitu pula dengan para penjelajah Eropa abad pertengahan. Kita ingat nama-nama seperti Colombus dan Marcopolo. Apakah Colombus bisa sampai di benua Amerika bila kapalnya tidak mulai meninggalkan pelabuhan. Apakah Marcopolo bisa bertualang di banyak negara bila tidak beranjak dari negara asalnya. Adakah perjalanan 1000 mil tanpa langkah pertama.
Setiap orang sukses, dalam bidang apapun, pasti perlu langkah pertama sebelum ia menemukan solusi sukses nya.. Soichiro Honda tidak akan merajai jalanan di dunia bila ia tidak mulai langkah pertamanya berkenalan dengan mesin. Michael Jordan tidak akan jadi legenda basket kalau dia tidak belajar men-drible bola. Tidak ada Bruce Lee sang master beladiri bila dia tidak mulai mempelajari jurus-jurus dasar. Thomas Alfa Edison tidak akan menciptakan penemuan-penemuan brilian bila ia tidak mulai dari percobaan pertamanya, meskipun ia berkali-kali gagal. Seorang internet marketer sukses tidak akan meraih kesuksesan nya bila ia tidak pernah berani terjun ke bisnis online.
Sukses mungkin bukanlah hal yang mudah diraih. Butuh tidak sedikit perjuangan dan pengorbanan untuk meraihnya. Perjalanan 1000 mil menuju sukses tidaklah selalu mulus. Ada saatnya kita berjalan terseok-seok, bahkan mungkin malah jatuh.
Dan kita tidak akan pernah sampai pada kesuksesan bila kita tidak memulai langkah pertama kita. Setelah langkah pertama, barulah ada langkah kedua, ketiga, keempat …hingga sampai pada impian-impian anda. Sekecil apapun keputusan yang anda ambil, akan berpengaruh terhadap masa depan anda. Termasuk ketika anda melangkahkan langkah pertama anda.
Dan satu hal lagi, ketika sedang berjuang meraih sukses, mungkin kita menemui berbagai kendala. Dalam bisnis online misalnya. “Kok penjualanku rendah sekali? Kok traffic blog ku sedikit sekali. Padahal aku telah menerapkan strategi A dan strategi B…” Jangan sampai hal itu membuat kita putus asa. Cari penyebabnya dan perbaiki. Sukses butuh proses. Dan kendala yang kita hadapi tersebut hanya bagian dari proses, bagian dari langkah-langkah kita. Jangan berhenti melangkah di tengah jalan.
Ingat selalu, a thousand miles journey start from a single little step :)
Mari bersama-sama kita berjuang, melangkahkan kaki menuju sukses :)
Baca Selengkapnya...
Sabtu, 23 Mei 2009
Sebuah Kisah Yang Perlu di Baca…Anda Yang Menentukan Kesimpulannya :)
Di suatu desa, hiduplah sepasang sahabat. Si A dan si B. Mereka berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Tapi, kedua pemuda ini memiliki daya juang yang tinggi. Mereka ingin merubah nasibnya. “Saya tidak ingin hidup saya berakhir sebagai peternak atau petani”, kata si A. “Betul. Saya juga tidak mau bersinggungan dengan lumpur dan kotoran ternak seumur hidupku”, B menimpali sahabatnya.
# Chapter 2 :
Si A dan si B sepakat merantau ke kota untuk menemukan solusi sukses nya. Hari keberangkatan pun tiba. Di telinga si B masih terngiang-ngiang kata-kata ibunya: “ Nak, jangan aneh-aneh, jangan muluk-muluk. Memang sudah nasib kita untuk menjadi petani sejak kakek buyutmu. Di sini saja. Bantu bapakmu mengurus sawah kita. Kota itu sangat berbahaya, nak”. Hatinya sempat bimbang. “Ada apa sobat ? “ , tanya A melihat ekspresi gusar di wajah sahabatnya. “Tidak..Tidak apa-apa”. “ B, kita harus sukses ya”, tambahnya.
# Chapter 3 :
Sampailah mereka di kota. Pemandangan kota yang megah, gemerlap, dengan gedung-gedung pencakar langitnya sempat membuat mereka takjub. Mereka bertekad akan menemukan solusi sukses nya. Namun, karena suatu alasan, mereka terpaksa berpisah.
“Sahabatku, kita berpisah sampai di sini saja. Jaga dirimu baik-baik”
“Kamu juga. Sampai bertemu di puncak sukses”
Maka, kedua pemuda itu pun menapaki jalan nya masing-masing, berusaha menemukan solusi sukses nya.
# Chapter 4 :
Bermodalkan uang tabungan dari desa, si A memutuskan membeli gerobak. Semasa di desa, si A gemar makan singkong goreng. Jadi ia memutuskan untuk menjual gorengan. Tekad sukses nya demikian besar. Siang-malam, A bekerja tanpa kenal lelah. Subuh-subuh, A telah mendorong gerobaknya berkeliling menjual gorengan. Tengah malam ia baru kembali. Tidak jarang A bertemu hantu karena kerap jualan sampai tengah malam.
Gerobaknya juga sudah tiga kali hampir diangkut Satpol PP. Beruntung dia berhasil lolos.
Kerja keras adalah kunci kesuksesan, demikian semboyan A.
# Chapter 5 :
Si B yang juga penggemar singkong goreng, juga menjual gorengan seperti sahabatnya. Senasib dengan sahabatnya, omzetnya tidak seberapa. Bisa cukup makan sudah untung. Kapan saya bisa kaya kalau caranya begini-begini terus. Ia teringat iklan sebuah franchise singkong yang dilihatnya ketika numpang nonton tv di rumah si Parmin. “Hebat sekali. Hanya jualan singkong, omzet nya miliaran per bulan. Saya juga ingin seperti dia.”.
Suatu hari, lelah berjualan serta perut yang keroncongan, B mencium bau bakso yang mengaduk-aduk perutnya. “Beli gak ya… Tapi daganganku hari ini masih belum laku” Karena uangnya tidak cukup, si B hanya bisa menggambarkan semangkuk bakso hangat dalam imajinasinya. “Sudah lama aku tidak makan bakso sapi…eh? Sapi?”, imajinasinya terusik oleh gambar sapi. Sebuah ide cemerlang muncul di benaknya. “Kebetulan aku jago mengukir waktu di desa. Bagaimana kalau singkongnya aku ukir bentuk sapi. Lalu ditambahkan lapisan berbagai rasa..rasa strawberry, blueberry, coklat, keju,…” . Ide-ide brilian terus menari-nari di pikiran B. Produk ini akan menjadi solusi sukses ku, pikirnya.
Didorong rasa optimisme serta inspirasi dari si pemilik franchise singkong, B segera merealisasikan idenya. Hasilnya, dagangannya laku keras. Makanan ciptaannya itu digemari anak-anak sekolah dan mahasiswa.
# Chapter 6 :
Perlahan-lahan kerja keras si A mulai membuahkan hasil. Singkong goreng dengan resep keluarganya ternyata cukup diminati masyarakat. Singkongnya semakin terkenal. 8 tahun kemudian, berbekal tabungannya dan hasil keuntungan jualan singkong, A berhasil mendirikan warung gorengan. “Kerja kerasku mulai menujukkan hasil”, pikirnya.
# Chapter 7 :
Taraf hidup B semakin baik. B semakin kewalahan melayani konsumennya yang semakin hari semakin bertambah. Ia merekrut teman-temannya dulu, sesama pedagang kaki lima ,untuk menjadi tenaga penjualnya. Ia sendiri, dengan sebagian tabungannya, mendaftar untuk belajar di “ The School of Enterpreneurship and Franchising” . Sebuah sekolah wirausaha yang sangat terkenal di kota itu. Skill nya pun semakin meningkat. Bermodalkan karakter nya yang menarik serta kemampuan berkomunikasi yang baik, B berhasil meyakinkan Tung Doshim, seorang milyuner sekaligus pemilik “The School of Enterpreneurship and Franchising” , untuk meminjamkan nya modal untuk mendirikan franchise. Berdirilah franchise “Kong-Pi” (yang artinya singkong sapi ^^” )
# Chapter 8 :
Tidak terasa 30 tahun telah berlalu. Kedua sahabat itu telah menemukan solusi sukses nya masing-masing. “Singkong Mas A “ telah punya empat cabang di kota itu yang dikelola sendiri oleh keluarga A. “Kong-Pi” telah menjejakkan kakinya di seluruh kota di nusantara dengan outletnya yang mencapai 3000 buah. Suatu hari, kedua sahabat itu bertemu kembali. Mengenang masa lalu dan mengucapkan selamat atas pencapaian masing-masing. :)
Kisahnya telah selesai. Lalu apa yang berusaha saya sampaikan lewat cerita ini? Apa kesimpulannya? Sesuai judulnya, silahkan anda membuat kesimpulan versi anda sendiri :)
P.S : Cerita ini hanya fiktif belaka. Bila ada kesamaan nama (atau plesetan nama :p ) harap jangan tersinggung, karena tidak ada maksud menyinggung siapapun. Kisah ini hanya bertujuan untuk menghibur dan memberi sedikit inspirasi. :)
Baca Selengkapnya...
