Mau Belajar Cara Yang Benar Untuk BENAR-BENAR Menghasilkan Uang Lewat Internet??

Klub Bisnis Internet Berorientasi Action

Ingin Men-Share artikel ini?

Bila Anda merasa artikel ini bermanfaat, anda boleh sharing artikel ini ke teman, kerabat atau saudara anda lewat facebook. Caranya mudah. Tinggal meng-klik gambar "Share on Facebook" yang ada di bagian akhir tiap artikel. Semoga bermanfaat :)

Sabtu, 29 Agustus 2009

Menara Langit...Sebuah Pembelajaran

Zaman dahulu kala, tepatnya ratusan tahun yang lalu, di dunia antah berantah terdapat sebuah pulau kecil. Pulau ini terletak di tengah dunia, dikelilingi samudra yang sangat luas yang mengisolasi pulau tersebut dari dunia luar. Di atas pulau, berdirilah sebuah kerajaan. Hari ini seluruh penduduk kerajaan itu berkumpul memadati pusat kota. Ramai sekali. Terdengar sorak sorai di sana-sini. Sedang ada momen istimewa tampaknya.


Ternyata hari ini adalah hari peresmian “Menara Langit”. Menara yang dibangun sejak 80 tahun lalu itu akhirnya selesai juga. Sebuah menara yang tinggi sekali, menjulang hingga ke atas awan. Bagian puncaknya memiliki 6 sisi. Konon, dari atas menara ini kita bisa melihat pemandangan seisi dunia.

Setelah melewati serangkaian sayembara, ada 6 orang yang beruntung terpilih menjadi orang-orang pertama yang menaiki menara itu. Mereka pun menaiki menara tersebut dengan semacam lift purba. Mereka sudah tidak sabar untuk melihat dunia yang sebenarnya.

Sampai di atas, masing-masing orang berdiri di masing-masing sisi menara, melihat dunia dari sisi yang berbeda-beda dengan teropong raksasa yang telah tersedia, dan mulai takjub atas pemandangan yang dilihatnya masing-masing.

Orang pertama melihat hamparan warna putih yang luas. Salju rupanya. Lain lagi orang yang kedua. Ia melihat padang pasir yang luas. Orang ketiga terheran-heran melihat hutan lebat dengan beraneka pohon-pohon aneh yang tidak ada di tempat tinggalnya. Orang keempat melihat sebuah padang rumput yang luas dengan kawanan kuda yang sedang berlarian. Orang kelima kecewa karena yang tampak di hadapannya hanyalah samudra yang sangat luas, pemandangan yang sudah tidak asing lagi bagi penduduk pulau ini. Orang keenam kagum dengan pemandangan gunung-gunung tinggi yang berdiri kokoh di hadapannya.

Puas melihat-lihat, keenam orang tersebut berkumpul di tengah, tidak sabar lagi melampiaskan rasa antusiasnya.

“Eh..Tahu tidak, ternyata dunia itu berwarna putih. Lalu ada banyak mahluk raksasa berbulu putih. Sungguh mengagumkan.”
“ Ha? Kamu salah lihat kali.. Jelas-jelas dunia itu berwarna coklat. Tertutup pasir. Lalu mahkluk anehnya bukan berwarna putih, tapi berwarna coklat. Bentuknya mirip kuda, tapi ada dua tonjolan aneh di punggungnya. “
“Kalian bicara apa. Jelas-jelas dunia itu berwarna hijau. Sebuah hutan yang sangat lebat. Ada berbagai jenis phon-pohon aneh di sana.”
“ Sembarangan. Jelas-jelas dunia itu adalah padang rumput yang luas. Ada banyak kuda-kuda berlarian. Lalu penduduknya tinggal di tenda-tenda.”
“ Sudah kalian. Berhenti membual. Aku tahu kalian kecewa, tapi tidak perlu sampai mengarang-ngarang cerita. Ternyata pulau inilah satu-satunya daratan di dunia ini. Selebihnya hanya lautan. Kalo cuma laut sih tidak perlu bangun menara segala, setiap hari juga bisa lihat.”
“ Laut apanya..Matamu bermasalah tuh!”
”Jangan sembarang ngomong. Masih saja membual”
“Ada apa dengan kalian. Jelas-jelas dunia itu putih. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri”


Lima orang itu pun terlibat adu mulut. Berbeda dengan orang keenam. Dia tidak ikut-ikutan adu argumen, malah merasa penasaran. Akhirnya dia memutuskan untuk mengelilingi semua sisi menara tersebut. Dia tersenyum kecil. Tersenyum lucu atas kebodohan rekan-rekannya, dan tersenyum bahagia karena hari ini ia telah mendapatkan sebuah pelajaran hidup yang berharga. Sebuah pengalaman di menara langit telah meningkatkan kebijaksanaannya. :)



Kelima orang yang pertama melambangkan orang-orang picik, berpikiran sempit, namun tidak jarang merasa dirinya sudah sangat pintar. Mengedepankan ego, mengesampingkan logika. Mereka mendengar informasi secara sepihak, lalu dengan mudahnya menghakimi seseorang atau suatu masalah dengan informasi yang secuil itu. Bahayanya, orang-orang seperti ini akan dengan mudahnya dipengaruhi untuk kemudian dijadikan bidak catur untuk kepentingan orang lain.


Orang keenam melambangkan orang bijaksana. Mereka cerdas, memiliki kemampuan logika yang baik. Mereka tidak buru-buru membuat justifikasi atas sebuah masalah, juga tidak buru-buru percaya informasi yang didengar, melainkan terlebih dulu melihat hal dari berbagai sudut pandang. Mereka mengumpulkan dulu data-data yang lengkap dan akurat, baru membuat kesimpulan. Sayangnya orang jenis ini cukup langka, hanya ada segelintir di dunia ini.

Mungkin ada baiknya kita belajar dari tipe orang yang keenam tersebut. :)
Menurut anda?
Baca Selengkapnya...

Rabu, 26 Agustus 2009

Motivasi Kendor? Ayo Recharge Kembali Motivasi Anda

Bukan cuma baterai hp atau aki mobil yang bisa melemah. Motivasi kita pun tidak jarang mengalami penurunan. Apalagi ketika mendengar omongan-omongan negatif yang melemahkan semangat kita. Tapi jangan menyerah. Seperti halnya baterai hp kita yang bisa di charge kembali, demikian pula motivasi kita. :)


Seperti kita ketahui , untuk mencapai sukses yang kita inginkan, dibutuhkan motivasi yang kuat. Motivasi inilah yang mendorong kita untuk terus berjuang mengejar impian kita. Namun dalam mengejar impian, tidak jarang kita menemui berbagai rintangan. Rintangan-rintangan ini malah melemahkan motivasi kita. Saatnya me-re-charge motivasi kita agar lebih bersemangat. Ini ada sedikit tips.


Langkah Pertama:
Silahkan duduk atau berbaring, atau posisi apapun yang paling nyaman untuk anda. Rilekskan tubuh anda. Bernafaslah yang panjang dan dalam. Lakukan sampai anda benar-benar rileks dan merasa nyaman.


Langkah Kedua:
Pejamkan mata. Bayangkan anda sedang menonton sebuah film. Sebuah adegan dimana anda telah berhasil mencapai hal yang anda inginkan. Apa yang terjadi di sana? Bagaimana kondisinya? Amati.


Langkah Ketiga:
Sekarang ubah peran anda dari penonton menjadi pelaku. Bayangkan diri anda benar-benar sedang mengalami hal tersebut. Visualisasikan secara detail. Apa yang anda lihat? Apa yang anda dengar? Ucapan selamat dari teman anda, mungkin. Bagaimana keadaan saat itu? Sejuk? Panas? Buat se-detail mungkin. Kemudian amati perasaan apa yang anda rasakan? Senang? Bangga luar biasa?


Langkah Keempat:
Kembali ke saat ini. Ingat kembali perasaan yang anda rasakan barusan. Itu adalah perasaan yang anda rasakan ketika anda berhasil mencapai impian anda nanti. Sekarang rasakan diri anda lebih bersemangat, bahkan jauh lebih bersemangat dari sebelumnya. Bayangkan parameter motivasi anda telah mencapai angka tertinggi. Full. Anda sangat bersemangat sekarang.


Langkah Kelima:
Bangunlah dengan perasaan segar dan bersemangat. Rasakan tubuh anda sangat berenergi. Sekarang anda sangat bersemangat dan semakin termotivasi untuk berjuang mewujudkan impian anda. :)


Semoga tips di atas bermanfaat untuk mengembalikan motivasi anda.
Semoga anda menemukan solusi sukses anda.


Semangat!! Semangat!! ^_^

Baca Selengkapnya...

Sabtu, 22 Agustus 2009

Aku Tidak Berharga

Seperti orang lainnya, aku juga punya mimpi.
Sebuah mimpi yang sangat indah. Mimpi yang tetap hanya sebagai mimpi.
Aku tidak mampu mewujudkannya. Malah aku tidak punya kemampuan apa-apa.
Apapun yang kulakukan hanya akan membuahkan kegagalan.
Aku tidak berharga. Aku tidak berharga.
Hanya sebutir debu yang tidak berarti di tengah gemerlap dunia.
Biarlah mimpiku berakhir sampai di sini. Aku tidak ingin jatuh lebih keras.
Saatnya meringkuk dalam kegelapan. Sendirian. Hingga diriku lenyap tanpa bekas.



Mungkin seperti itulah sebagian orang memandang hidup. Banyak sekali orang yang memandang hidup dengan begitu gelap. Mereka menganggap dirinya begitu tidak berharga. Akhirnya mereka kehilangan semangat hidup.

Benarkah saya tidak berharga? Tentu saja diriku berharga. Setiap orang terlahir sebagai pribadi yang spesial. Di dunia ini hanya ada satu-satunya aku, tidak ada satu pun orang lain yang sama persis denganku. Betul? Aku spesial, istimewa.

Lagipula, orangtua kita telah susah payah membesarkan kita dari bayi sampai sekarang. Apakah segala jerih payah itu hanya untuk menjadikan anaknya seorang yang tidak berguna? Bukankah sebaliknya, ketika kita menganggap diri kita tidak berharga, kita telah menyia-nyiakan perjuangan orang tua kita?

Satu hal lagi yang membuat diri kita masing-masing berharga. Dalam diri kita masing-masing terdapat suatu harta karun yang sangat berharga. Apa itu? Potensi diri, bakat, talenta. Sebuah berlian yang perlu dibersihkan dari lumpur. Sebuah pedang yang perlu diasah. Seorang raksasa tidur yang menunggu dibangunkan.

Dan satu hal. Bagaimana orang lain bisa menghargai saya bila saya pun memandang rendah diri saya sendiri. Dunia tidak segitu gelapnya koq. Dunia menjadi gelap ketika saya menganggap dunia ini gelap, dan akan menjadi indah bila saya memandangnya indah. Dan saya berhak untuk memutuskan memandang dunia dari sisi yang indah.

Saya berhak untuk menjadi bahagia. Saya berhak untuk menjadi berharga. Saya berhak untuk mempunyai mimpi. Dan bila punya kemauan, sebenarnya saya mampu mewujudkan semua mimpi-mimpi saya. Sekarang, saya hanya perlu memaksimalkan setiap potensi diri saya, mengasah semua bakat yang saya miliki, membangunkan raksasa dalam diri saya. Saya bisa dan saya pasti bisa!!


Akhirnya, artikel ini saya tutup dengan penggalan lirik lagunya Mariah Carey yang berjudul “Hero” :



There’s a hero if you look inside your heart.
You don’t have to be afraid of what you are.
There’s an answer if you reach into your soul.
And the sorrow that you know will melt away.

And then a hero come along with the strength to carry on.
And you cast your fears aside and you know you can survive.
So when you feel like hope is gone, look inside you and be strong.
And you finally see the truth that a hero lies in you
....



Siapakah sang “hero” ? Anda sendiri lah “hero” tersebut, dengan segala potensi dan keistimewaan yang anda miliki :)








Dipersembahkan kepada semua pribadi istimewa yang merasa dirinya tidak berharga.
Baca Selengkapnya...

Rabu, 19 Agustus 2009

Outcome Frame...Melangkah Pasti Menuju Tujuan

Pembaca sekalian. Di artikel yang lalu kita telah membahas tentang pentingnya memiliki tujuan. Hidup tanpa tujuan bagaikan kapal yang berlayar tanpa peta. Dan pada artikel yang lalu, saya berjanji akan menuliskan tips untuk merumuskan tujuan dengan jelas agar perjalanan kita menuju imp[ian pun biosa lebih efektif. Berikut tipsnya :)


Dalam ilmu NLP ada istilah outcome frame. Outcome adalah hasil yang ingin dicapai, Frame adalah bingkai atau kerangka. Jadi outcome frame adalah kerangka berpikir yang berorientasi pada hasil/tujuan yang ingin dicapai. Dengan merumuskan outcome frame, kita bisa bertindak lebih efektif dan memaksimalkan kemungkinan untuk mencapai hasil yang kita inginkan tersebut. Outcome Frame dapat dirumuskan lewat serangkaian pertanyaan berikut ini.

1. Apa Yang Saya Inginkan?
Lebih tepatnya, apa sih persisnya yang saya inginkan?
Misal: saya ingin menghasilkan 22 juta rupiah.


2. Kapan Saya Menginginkan Hal Ini?
Tuliskan kapan persisnya kita menginginkan hal tersebut.
Misal: saya ingin sudah menghasilkan 22 juta rupiah pada 29 September 2009


3. Bagaimana Saya Tahu Saya Telah Mendapatkan Keinginan Tersebut?

Seringkali kita tidak sadar bahwa sebenarnya kita sudah mendapatkan hal yang kita inginkan
tersebut. Coba tulis secara detail apa tandanya kita sudah mendapatkan hal tersebut.
Misal: Ketika di rekening saya telah ada tambahan uang 22 juta rupiah


4. Ketika saya mendapatkan keinginan saya tersebut, apa lagi aspek hidup saya yang lain yang ikut berkembang?

Ketika kita telah mendapatkannya, adakah aspek hidup kita yang lain yang ikut berkembang?
Misal: Saya akan lebih percaya diri untuk menghasilkan uang yang lebih banyak lagi, saya akan bisa menginvestasikan uang tersebut untuk menghasilkan lebih banyak uang, Keluarga saya akan lebih bahagia


5. Sumber Daya Apa yang Saya Miliki Untuk Membantu Saya Mencapai Tujuan Tersebut?

Sumber daya apa saja yang telah kita miliki sekarang?
Misal: Kreativitas, uang tabungan 1 juta rupiah, teman yang lebih ahli dari kita


6. Bagaimana Caranya Saya Mengoptimalkan Sumberdaya Yang Saya Miliki?
Bagaimana kita menggunakan sumberdaya itu secara maksimal
Misal: Saya akan memanfaatkan kreativitas saya untuk menciptakan berbagai ide pemasaran yang baru, Saya akan menghemat uang 1 juta tersebut untuk memasang iklan hanya di situs iklan baris yang benar-benar efektif, saya akan banyak bertanya dan berkonsultasi pada teman saya yang lebih ahli


7. Apa Sekarang Harus Saya Lakukan Untuk Mencapai Hasil Yang Saya Inginkan Itu?
Saatnya menentukan Action/tindakan yang akan diambil
Misal: Saya akan melakukan promosi secara besar-besaran sejak sekarang



Ambil selembar kertas dan rumuskanlah pertanyaan-pertanyaan di atas.





Demikianlah tehnik outcome frame yang membantu kita untuk merumuskan tujuan kita dengan jelas sehingga action yang diambil pun bisa lebih terarah dan memaksimalkan keberhasilan kita. Silahkan dipraktekkan. Semoga bermanfaat dan semoga tujuan yang anda inginkan dapat segera tercapai :)


Salam Sukses




P.S: artikel ini ditulis dengan referensi buku "Understanding NLP" karangan R.H Wiwoho(perintis NLP di Indonesia)
Baca Selengkapnya...

Sabtu, 15 Agustus 2009

Ke Manakah Kapalku Akan Melaju?

Tahun 1551 masehi. Di bawah langit biru ada sebuah kapal yang sedang berlayar. Sebuah kapal Spanyol yang besar dan megah. 50 buah meriam di kanan-kiri membuatnya kelihatan perkasa. Kapal tersebut membawa serta 1000 prajurit bersenjata lengkap. Senjata yang cukup mutakhir pada masanya.. Sedang dalam misi penjelajahan tampaknya.


Para awak kapal sedang sibuk mengerjakan tugasnya masing-masing. Di geladak kapal sang kapten kapal sedang mengamati berbagai arah dengan teropongnya. Dialah kapten Juan Fool’ean Stupidio , seorang kapten kapal yang namanya cukup tersohor.

Nahkoda : “Kapten, selanjutnya ke arah mana?”
Kapten : “Arahkan kapal 30 derajat ke arah tenggara”
Nahkoda : “Maaf kapten, kalau boleh tahu, sebenarnya kita mau berlayar ke mana? “
Kapten : “Ke arah mana angin membawa kita. Mengitari kolong langit menyusuri samudra”
Nahkoda : (berkata dalam hati) “Wah, tidak heran kapten ini punya nama besar. Jawabannya pun begitu filosofis”

Hari demi hari berlalu. Ternyata kapal itu hanya berputar-putar, tak kunjung tiba di tujuan. Makanan pun semakin menipis. Satu per satu penghuni kapal mati karena kelaparan. Seorang awak kapal yang sudah tidak tahan lagi pun nekat bertanya pada sang kapten.

Awak kapal: “Kapten, sudah 6 bulan kita berputar-putar. Sebenarnya kita mau ke mana?”
Kapten : “Ke arah mana angin membawa kita. Mengitari kolong langit menyusuri samudra”
Awak kapal: “Cukup sudah kami mendengar omong kosong itu! Teman-teman suidah banyak yang mati kelaparan. Cepat katakan yang jelas sebenarnya kita mau ke mana!!”
Kapten : “Emm..Mau ke..Emm..”
Awak kapal : “CEPAT KATAKAN!!!”
Kapten : “ Saya juga tidak tahu…emm…maksudnya…emmm..anu, saya lupa membawa petanya”
Awak Kapal: “APA?!! Nyawa saudara-saudara kami terkorbankan sia-sia karena kebodohanmu!!! Terkutuk!!! Saudara-saudara, ayo bunuh orang bodoh ini!!! “

Para awak kapal pun mengeroyok si kapten sampai mati. Kapal mereka sudah terlanjur berada di antah berantah di tengah samudra. Tidak ada peta pula. Akhirnya semua awak kapal yang tersisa pun tewas kehabisan makanan. Konon sejak saat itu setiap malam purnama, di tengah kabut akan muncul sebuah kapal besar yang sudah rusak dan terdengar suara ratusan orang yang mengerang kelaparan.

Eh, koq ngomongin hantu lagi? Hahaha

Iya, iya, anda benar. Cerita tadi hanya fiktif, karangan saya. Mana mungkin raja Spanyol mau menugaskan kapten bodoh itu untuk memimpin pelayaran :)

Coba pikirkan sejenak. Kapal megah. Senjata dan alat lengkap. Awak kapal banyak. Lalu apa lagi yang kurang? Hanya kurang satu, yaitu peta. Labih tepatnya lagi, tujuan.

Dalam mengejar kesuksesan, mungkin kita tahu bahkan sudah hafal di luar kepala bahwa dalam mengejar kesuksesan harus punya tekad kuat, berpikir positif, kerja keras dan kerja cerdas, namun sebagian orang mungkin lupa satu hal. Tujuan.

Banyak orang yang hanya sekedar menjalani hidup. Hidup tanpa tujuan hidup yang jelas. Akhirnya tahun demi tahun berlalu, hidup mereka pun masih begitu-begitu saja. Tidak ada yang diraih, tidak ada progress, tiada prestasi, tiada pencapaian, tiada yang diperbuat bagi dunia.. Hanya sekedar hidup lalu mati. Selesai.

Ketika kita tidak tahu kita mau ke mana, akhirnya kita memang tidak akan pernah sampai ke mana-mana. Seperti cerita tadi, seseorang sudah punya banyak sumberdaya untuk menunjang kesuksesannya. Namun karena tidak ada tujuan yang jelas, akhirnya dia hanya berputar-putar di tempat sementara sumber daya nya pun semakin terkuras dan akhirnya habis.

Sebaliknya, orang yang sudah punya tujuan yang jelas tahu ke arah mana ia mau melangkah. Baru dia bisa merencanakan langkah-langkah selanjutnya yang mau dia ambil untuk mencapai goal/tujuan tersebut.

Jadi, memiliki tujuan yang jelas adalah hal yang mutlak diperlukan seseorang untuk mencapai kesuksesan yang diinginkannya. Setuju?

Ngomong-ngomong kalo di artikel ini saya membicarakan pentingnya “tujuan” , di artikel selanjutnya saya akan menulis tentang aplikasi langkah-langkah merumuskan tujuan. Anda tertarik? Nantikan di artikel berikutnya. :)

Baca Selengkapnya...

Rabu, 12 Agustus 2009

Hantu Itu Menyenangkan

Apa yang muncul di benak anda ketika mendengar kata “HANTU” ? Seketika muncul rasa ngeri dalam diri anda? Bulu kuduk anda merinding? Atau pikiran anda memunculkan gambaran sesosok wajah yang menyeramkan? Lalu kenapa judulnya “Hantu itu Menyenangkan” ? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, silahkan melanjutkan membaca artikel ini :)


Saya sedang mencari ide untuk menulis artikel blog. Tiba-tiba pikiran saya memunculkan memori masa lalu saat saya masih TK. Sebuah ingatan tentang hantuuu…

Saat itu kira-kira tahun 1994. Jadi sudah sekitar 15 tahun yang lalu. Saat itu saya membaca sebuah majalah anak-anak. Diantaranya ada sebuah cerpen yang cukup menarik. Saya tidak ingat persisnya, tapi kira-kira ceritanya seperti ini.

Ada seorang anak yang sangat penakut. Ke mana-mana mesti ditemanin karena takut hantu. Ke WC pun minta ditemanin. Suatu hari, ia ke WC dan kakaknya disuruh menunggui di luar pintu. Beberapa kali diajak bicara, kakaknya tidak menyahut. Si adik mulai cemas. Dan saat ia membuka pintu WC, betapa terkejutnya dirinya.

Sesosok hantu telah berdiri di hadapannya. Si adik takut bukan main. Anehnya hantu itu tidak menyakitinya , malah memperkenalkan diri, mengajaknya ngobrol dan…memberinya coklat dan permen. Sejak saat itu si anak tidak penakut lagi. Baginya hantu adalah mahluk yang menyenangkan. Dan tebaklah!! Ternyata sosok hantu itu adalah kakaknya yang mengenakan topeng.


Pembaca : “Lho..Mana hantunya??”
Wellsen : “Itu barusan.”
Pembaca : “Koq gak seram?? Menipu pembaca nih..”
Wellsen : “Lho? Kan saya gak bilang mau cerita seram. Lagian judulnya kan ‘Hantu itu Menyenangkan’..Salah siapa hayoo.. hahahaha.. Saya bercanda :)”



Point nya adalah, “hantu” itu bisa jadi menyeramkan, bisa juga jadi menyenangkan. Artinya “hantu” itu netral. Kitalah yang memberinya label “seram” atau “menyenangkan”. Kita lah yang membuat “hantu” itu jadi “seram” atau jadi “menyenangkan”, atau bahkan “imut” misalnya . Di sini saya berbicara melalui sudut pandang pikiran, bukan mistik. Jadi yang merasa paranormal atau pakar hantu jangan protes dulu ya :p…hahaha


Dan bukan hanya masalah hantu, prinsip ini pun bisa diterapkan dalam berbagai situasi. Misalnya mengubah persepsi dari “hari ini buruk” menjadi “hari ini indah” . Atau belajar untuk lebih sabar misalnya. Aplikasi lainnya misalnya:
- “cari uang itu susah” menjadi “cari uang itu susah atau mudah tergantung metode yang
kita gunakan”
- “sukses hanya milik orang bernasib baik” menjadi “setiap orang punya peluang untuk
sukses”
- “ hidup ini bagai neraka” menjadi “hidup ini jadi surga atau neraka tergantung
bagaimana aku menjalaninya”
- “Aku terlahir sebagai shio semut, jadi tidak mungkin sukses” menjadi “Orang sukses
bukan ditentukan shio nya. Mau shio kecoak, shio semut, shio keong, kalo dia mau
berjuang pasti bisa sukses”
- dll..


Kuncinya adalah persepsi. Cara kita memandang suatu masalah. Suatu hal akan menjadi indah ketika kita menganggapnya indah dan menjadi buruk bila kita menganggapnya buruk. Jadi, mari belajar membiasakan melihat masalah dari persepsi positif. :)

Ngomong-ngomong tentang hantu, apakah anda menyadari saat anda membaca artikel ini, sejak tadi ada sesosok mahluk yang hadir di sebelah anda………hantunya Mbah Surip..haa haa haa haaa. Saya bercanda :)
Baca Selengkapnya...

Sabtu, 08 Agustus 2009

Be a M.A.D

Be a M.A.D ? Apa pula ini? Bukankah dalam bahasa Inggris mad = gila? Be a M.A.D = Menjadi gila? Ah yang benar saja. Ups. Sebelum anda buru-buru menarik kesimpulan, teruskan dulu membaca artikel berikut :)


M.A.D bukan mad yang artinya gila. Ini sebuah singkatan. M.A.D= Make a Difference. Ciptakan suatu perbedaan. Mungkin banyak orang tidak suka yang namanya perbedaan. Bagi sebagian orang, perbedaan adalah suatu hal yang menakutkan. Manusia tidak suka hal-hal yang berbeda dari konsep berpikirnya. Tapi benarkah sikap anti-perubahan tersebut?


To Be Different
Sebagian besar orang tidak pernah terpikirkan untuk menjadi beda. “Jangan neko-neko lah” , katanya. Mereka berprilaku, bersikap, berbicara seperti orang pada umumnya. Tidak masalah memang.

Yang jadi masalah adalah jika kita menjadi budak dari pendapat orang lain. Melakukan segala sesuatu yang bukan keinginan kita yang sebenarnya, tapi melakukan sesuatu yang orang lain ingin kita lakukan.

Misalnya seorang remaja yang memakai narkoba karena kawan-kawannya yang lain melakukan hal serupa, dan dia takut dianggap tidak keren bila tidak melakukan hal serupa. Jadi ia memakai narkoba bukan karena dia ingin, tapi untuk memenuhi kesenangan kawannya. Atau seorang ibu-ibu yang bela-belain beli mobil karena semua tetangganya punya mobil, meskipun keuangannya sudah sekarat dan hutang mencekik leher. Atau seorang remaja putri yang diet sampai sekarat karena teman-temannya yang lain langsing.

Atau seperti kisah yang ini.

Berapa orang membuat dirinya sendiri menderita, bahkan sampai menghancurkan diri sendiri hanya demi memuaskan orang lain? Menjadi robot yang digerakkan remote control tetangga atau temannya?

Hanya segelintir orang yang berani tampil beda. Menjadi diri sendiri. Menunjukkan jati dirinya. Melakukan sesuatu atas keinginannya sendiri, bukan untuk memuaskan orang lain. Menjadi trendsetter. Dan biasanya mereka adalah orang istimewa.



Think Different
Benarkah semua pandangan/anggapan umum itu benar? Kalo itu memang benar, kenapa orang-orang yang berpegang pada pandangan umum itu hanya menjadi orang yang biasa-biasa. Tidak sukses, tidak istimewa. Hanya orang biasa-biasa. Dan bukankah orang sukses adalah sebagian kecil dari persentase penduduk dunia? Sebagian kecil = tidak umum = beda.
Mau belajar dari orang “umum” yang hanya orang biasa-biasa? Atau mau belajar cara berpikir dari orang-orang sukses yang mungkin cara berpikirnya agak beda, tapi hasilnya mereka istimewa, punya prestasi.

Berani berpikir beda? Berpikir out of box?



Make A Difference
Ciptakan perbedaan. Dalam dunia bisnis saat ini, kita melihat bahwa orang-orang yang berhasil sukses adalah mereka yang berhasil menciptakan sesuatu yang beda. Sesuatu yang unik. Hal yang inovatif, belum pernah ada sebelumnya.

Professor W. Chan Kim dalam bukunya Blue Ocean Strategy mengajarkan kita untuk menciptakan sesuatu yang baru, yang beda, yang belum pernah ada, untuk menciptakan segmen pasar yang baru, daripada bertarung mati-matian di pasar yang sudah sesak.

Lalu, Ippo Santhosa, creative marketer nomor 1 di Indonesia mengajarkan kita untuk selalu mengeksplorasi otak kanan kita. Eksplorasi kreativitas kita untuk menciptakan perbedaan dan inovasi.


Sesuatu yang langka(beda/tidak umum/tidak lazim) belum tentu istimewa. Tapi hal yang istimewa pasti langka. Kalo gak langka, gak istimewa lagi dunk, pasaran namanya. :)
Baca Selengkapnya...

Rabu, 05 Agustus 2009

Sabar! ... Sabar!

Cerita 1:
Ani adalah seorang ibu rumah tangga. Ia memiliki dua orang anak, Deva dan Devi. Dua anak kembar yang berusia 5 tahun. Saat itu Ani sedang sibuk bersih-bersih rumahnya.
Ani : “Fuhh!.. Capek sekali..Mana masih banyak lagi yang perlu diberesin”
Devi : “Mami..Mami!!”
Ani : “Iya?”

Devi : “Tadi kak Deva mukulin Devi”
Ani : “Deva..Kenapa kamu mukulin adik kamu sendiri?”
Deva : “Nggak, Mi..Devi yang duluan!”
Dev i : “Bohong! Dia yang duluan..Sakit tauk”
Deva : “Nggak..Kamu yang duluan”
Devi : “Kamu..!!”
Deva : “Kamu..!!”
Ani : “AAAAAAAGGGHHHHH!!!” “DIAM KALIAN!!!” “ @*%###@*&”


Cerita 2:
William dan Melissa sudah 1 tahun pacaran. Saat itu William sedang asik main game.
Melissa : “Honey..”
William : “iya?”
Melissa : “Aku cocok gak dengan gaya rambut kayak gini?”
William : “iya..bagus..bagus..” (menjawab ogah-ogahan)
Melissa : “Bener? Tapi kata temen aku, muka aku jadi keliatan bulat”
William : “ya..ya..” (mulai kesal karena konsentrasi maen game nya terganggu)
Melissa : “Iiih.. Koq jawabnya gak iklas gitu sih?”
William : “Pertanyaan kamu tuh gak penting banget!“ (kesal karena kalah maen game)
Melissa : “Koq kasar gitu sih!! “
William : “Ya emang gak penting koq pertanyaan kamu”
Melissa : “ @%%$#%%@ @#@$ !!!”
William : “^%&&&$@@#@#!!!”
Melissa : “ Ya udah!! KITA PUTUSS!! “


Atau mungkin anda masih ingat cerita yang ini?


Marah adalah emosi yang secara alami dimiliki manusia. Manusia biasa pasti bisa marah. Yang menjadi masalah apabila orang menjadi marah hanya gata-gara hal kecil dan frekuensi marah dalam satu hari yang semakin meningkat.

Ketika sedang marah, logika mulai kabur. Ego mengambil alih. Marah seringkali tidak menyelesaikan masalah. Yang ada, masalah yang tadinya sepele menjadi masalah besar ketika disisipkan amarah.

Kemarahan sering berakibat destruktif terhadap diri sendiri maupun orang lain. Kemarahan menimbulkan perasaan tidak nyaman bagi fisik dan mental kita. Dan orang yang suka marah-marah pasti tidak sehat, tidak bahagia, dan tidak panjang umur.

Di dunia yang sudah sangat panas ini—baik panas karena global warming maupun ‘panas’ oleh amarah orang-orang—sebaiknya kita tidak menambahnya lagi dengan panasnya kemarahan. Cobalah belajar untuk lebih bersabar setiap kali bertemu dengan hal-hal yang membuat kesal. Belajar bersabar akan membuat kita lebih sehat, hari-hari menjadi lebih indah dan hidup lebih bahagia :)


Terkadang kita cuma butuh sedikit kesabaran ^_^



Rileks…Tarik nafas yang dalam…Hembuskan perlahan lewat mulut...Rasakan anda terbebas dari perasaan marah…Rasakan perasaan lega yang begitu nyaman :)

Baca Selengkapnya...

Sabtu, 01 Agustus 2009

Gunting!!!

Pak Ali baru pulang kerja. Wajahnya trampak kusut. Ia mengeluhkan harinya yang begitu berat. Banyak hal-hal buruk yang terjadi padanya hari ini. Tadi pagi ia terlambat masuk kerja dan kebetulan bos nya sedang bad mood sehingga ia dimarahi habis-habisan. Ketika makan siang, ia terlibat pertengkaran dengan rekan kerjanya berawal dari memperdebatkan hal sepele. Dan saat perjalanan pulang, tiba-tiba ban mobilnya kempes.


Pada saat akan tidur, pak Ali masih terus memikirkan kejadian-kejadian buruk yang dialaminya tadi. Ia terus mengeluhkan hal itu. Dan kita tahu, sesuai prinsip kerja LOA, semakin pak Ali fokus pada hal-hal negatif yang menimpanya, semakin banyaklah hal-hal negatif yang akan ditarik oleh pikirannya. Bisa dibayangkan akan seperti apa hari yang akan dialami pak Ali besok.

Hidup ini selalu berubah, tidak tetap. kadang kita mengalami hal-hal menyenangkan, kadang kita mengalami pula hal-hal yang membuat kita marah atau kesal. Bagaimana kalau kita mencoba menambahkan skenario positif agar hari-hari kita lebih banyak diisi hal-hal menyenangkan.

Berikut sedikit tips kecil untuk membuat hidup lebih positif.

1.
Lakukan saat menjelang tidur. Ambil posisi yang paling nyaman. Rilekskan seluruh tubuh anda, mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Rasakan rileks nya...Rasanya begitu nyaman..

2.
Bayangkan anda sedang menonton sebuah film. Film yang berisi semua kegiatan anda hari ini, sejak anda bangun tadi pagi sampai ketika akan tidur sekarang. Lihat semuanya dengan begitu jelas, termasuk kejadian-kejadian kurang menyenangkan yang anda alami.

3.
Kemudian bayangkan anda memegang gulungan/roll film itu. Temukan letak adegan negatif tersebut. Anda akan menemukannya dengan mudah.

4.
Imajinasikan sebuah gunting. Ambil gunting itu. Arahkan ke gulungan film yang memuat adegan negatif tadi. Gunting!!! Buang potongan film yang tidak diinginkan tersebut ke tempat sampah.

5.
Sekarang, pilih sebuah skenario positif untuk menggantikan adegan tadi. Sambungkan/ tempelkan ke film anda.

6.
Sekarang, putar ulang film itu dengan skenario yang baru...skenario yang menyenangkan ^_^. Masukkan emosi kebahagiaan ke dalam visualisasi tersebut.

7.
Akhiri dengan berdoa sesuai agama masing-masing, atau tambahkan kata-kata positif, misalnya: "Besok pagi saya akan terbangun dengan tubuh yang sangat segar serta perasaan yang bersemangat. Besok akan menjadi hari yang indah. Banyak hal-hal menyenangkan yang akan terjadi padaku."

8.
Selamat tidur ^_^




Sedikit tips diatas, semoga bermanfaat.


Semoga hari-hari anda selalu menyenangkan dan diberkahi dengan hal-hal baik ^_^
Baca Selengkapnya...

Rabu, 29 Juli 2009

Knife Fighting dalam Bisnis Online

Kreativitas bersifat liar, fleksibel, tidak mengenal batasan. Kreativitas dapat menghubungkan dua hal yang tidak berhubungan. Martial arts dan internet marketing misalnya. Keduanya adalah bidang yang berbeda. Bagaimana kalo digabungkan? Dalam artikel ini khususnya, bagaimana bila knife fighting diterapkan dalam bisnis online? Tertarik? :)


Saya sedang asik membaca e-book tentang knife fighting. Maklum, sibuk dengan internet marketing, sudah beberapa bulan saya tidak meng-update “pengetahuan beladiri” di otak saya. Sejenak saya terlarut dalam “dunia beladiri” yang sudah lama tidak tersentuh.

Tiba-tiba saya teringat kalo sekarang hari Rabu. It’s time to create a new post. Untuk mematuhi jadwal nge-blog saya, dalam waktu yang mepet saya berusaha tetap membuat sebuah artikel. Dan saya memutuskan untuk menulis tentang knife fighting dan bisnis online.

Knife fighting adalah beladiri dengan senjata pisau. Disebut juga knife combat, dll. Knife fighting menjadi menu wajib di kalangan pasukan militer elite dunia. Saat seorang prajurit kehabisan amunisi senjatanya, pisau lah harapan hidupnya.

Selain itu, knife fighting juga menjadi favorit sebagian orang sipil untuk modal melindungi diri dari kriminalitas jalanan. Komunitas beladiri pisau di Indonesia misalnya BELATI(Beladiri Pisau Taktis Indonesia)

Dan ada beberapa hal dalam knife fighting yang bisa diterapkan dalam bisnis online:

Simple is Deadliest
Seorang knife fighter profesional tidak akan buang-buang waktu melakukan gerakan-gerakan tidak penting seperti mengibas-ngibaskan pisau ala Hollywood, gerakan-gerakan “keren” yang buang-buang tenaga, salto2, dll. Semua gerakan yang dilakukannya hanya gerakan yang membawa hasil. Sedikit gerakan simple yang “tidak keren” pada timing yang tepat dan sasaran yang akurat…crashh!!..jlebb!!..robohlah sang lawan.


Dalam bisnis online:
Banyak di antara kita yang keasyikan mempelajari tehnik tingkat tinggi, misalnya tehnik-tehnik SEO tingkat atas nya para pakar SEO, tapi malah melupakan atau malah meremehkan hal-hal dasar. Melupakan untuk beriklan. Padahal iklan akan mendatangkan penjualan, dan penjualan akan mendatangkan uang bukan? :)





Combination
Gerakan simple: slash(mengiris) dan thrust(menusuk) bisa dikembangkan menjadi berbagai kombinasi-kombinasi tehnik yang mematikan menuju berbagai titik vital lawan.


Dalam bisnis online :
Berbagai hal simple dalam bisnis online bisa dikombinasikan sedemikian rupa sehingga menghasilkan hal baru yang bisa meningkatkan profit. Misalnya dulu orang konsentrasi membangun opt-in list masing-masing, sekarang orang menjual daftar subscribers dalam opt-in list nya. Dulu orang tukaran link, sekarang orang jual-beli link pada situs yang berpagerank tinggi. Dengan kreativitas, kita bisa menciptakan berbagai strategi baru, tehnik beriklan yang baru, dll.


Walaupun artikel ini saya tulis secara kilat dalam waktu yang terbatas, saya harap artikel ini tetap menarik untuk dibaca.

Oh ya, ada yang ingin menambahkan? :)





Baca Selengkapnya...

Sabtu, 25 Juli 2009

Ada dan Tiada

Suatu hal dikatakan ada ketika kita merasa bisa mengidentifikasi, mengenal dan membuktikannya. Dikatakan tiada bila hal tersebut tidak dikenal, tidak teridentifikasi, tidak pernah eksis, tidak ada dalam ‘database’ di otak kita. Bagaimana dengan yang ada dan tiada? Lebih tepatnya, bagaimana dengan menjadikan yang tiada menjadi ada ??


Merujuk pada ilmu NLP, ada semboyan ‘the map is not the territory’ . Sebuah peta wilayah bukanlah wilayah itu sendiri yang sebenarnya. Suatu peta wilayah lebih merupakan cara kita melihat bentuk wilayah itu sendiri. ‘Sudut pandang’ , ‘kacamata’, ‘persepsi’ , ‘cara kita melihat dunia’ . Dengan persepsi kita, kita melabeli suatu hal itu ‘ada’ atau ‘tiada’ .

Benarkah yang ada benar-benar ‘ada’. Benarkah yang tiada benar-benar ‘tiada’. Bisakah mengubah yang ‘tiada’ menjadi ‘ada’.

Kuncinya kreativitas. Kreativitas tidak mengenal batas-batas pemikiran konvensional. Kreativitas dapat melahirkan ide-ide cemerlang, ide bernilai miliaran. Kreativitas dapat menjadikan yang tiada menjadi ada.


Sebuah ide sederhana yang lahir dari pikiran anda, bisa mengubah anda menjadi milioner dalam semalam” (Mark Victor Hansen & Robert Allen)


Orang zaman dulu menganggap gagasan ‘manusia bisa terbang’ sebagai suatu kegilaan, tapi berawal dari kreativitas dan ide cemerlang, lahirlah pesawat terbang. Orang 20 tahun yang lalu akan mengaggap ide menghasilkan uang dari rumah hanya dari duduk di depan layar komputer adalah ide bodoh. Kenyataannya, zaman sekarang tidak sedikit orang yang berhasil lewat bisnis online bukan ? :)

Penemuan-penemuan teknologi baru dan inovasi-inovasi telah menjadikan yang tiada menjadi ada. Dan semuanya selalu berawal dari suatu imajinasi dan kreativitas. Demikian pula bisnis zaman sekarang, bukankah banyak bisnis sukses yang berbasiskan bisnis kreatif. Kreativitas adalah solusi sukses dalam bisnis.

Mari mencoba berpikir kreatif, mengasah kreativitas. Berpikir melampaui batasan-batasan pemikiran konvensional, berani? :)


Creative people rule the world :)



Baca Selengkapnya...

Rabu, 22 Juli 2009

Hari yang Cerah…Hari yang Indah…Hari yang Bahagia

Malam berganti pagi. 1 hari lagi telah berlalu. 24 jam baru telah terbentang di depan mata. Setiap manusia bangun dari istirahatnya, bersiap memulai aktivitas. Ada yang bangun dengan semangat…ada pula yang terbangun dengan wajah cemberut, kesal, bahkan marah-marah.. Eh?


Terbangun dengan cemberut, marah-marah, penuh dengan energi negatif, hanya akan membuat hari anda bertambah buruk. Dalam teori Law of Attraction, semakin kita memikirkan hal-hal negatif, semakin banyak pula hal negatif yang akan ditarik pikiran kita , semakin banyak pula hal menyebalkan yang terjadi. Jadi, mulailah hari kita dengan penuh energi positif. :)

Beberapa tips untuk menciptakan hari yang cerah…hari yang indah…hari yang bahagia :)


Sleep Well..Sleep Tight
Kurang tidur akan menyebabkan kita bangun dengan lesu, mengantuk dan ingin marah-marah. Sebaliknya, tidur yang cukup akan membuat kita terbangun dengan segar dan penuh energi. Dan yang penting adalah tidur yang berkualitas,dimana tubuh benar-benar beristirahat dengan maksimal. Misalnya dengan melakukan relaksasi sebelum tidur


Feel the Fresh Air
Buka jendela. Rasakan udara pagi yang segar memenuhi paru-paru anda. Sensasi yang menyegarkan yang membuat anda jadi lebih berenergi.


Smile to the World :)
Bangunlah dengan senyuman. Senyuman yang akan mencerahkan hari-hari anda. Yakinlah bahwa hari ini akan menjadi hari yang menyenangkan. Yakinlah bahwa akan banyak hal-hal baik yang terjadi pada anda hari ini. P.S: sebuah senyuman kecil bisa mengurangi stress, membuat kita lebih sehat dan lebih bahagia :)


The Power of Word
Mulailah hari-hari anda dengan kata-kata positif. Baik itu doa (sesuai keyakinan masing-masing), afirmasi/ kata-kata positif, atau kata-kata yang bisa memotivasi anda. Kata-kata positif tersebut akan menyuntikkan energi ekstra untuk memulai hari anda.


Music Make Our World Colorful
Musik membuat hidup kita lebih berwarna. Dengarkan musik kesukaan anda. Ciptakan mood yang positif :)


A Little Exercise?
Berolahraga ringan juga bisa jadi pilihan. Selain membuat kita bahagia, juga membuat tubuh kita lebih sehat. Dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang bahagia..hahaha :)


Ada yang ingin menambahkan tips-tips menarik lainnya? :)


Setiap orang dihadapkan dengan 24 jam baru di depannya. Bagaimana kita ingin mengisi waktuj 24 jam tersebut tergantung pilihan kita. Ingin membuat hari anda negatif dan menyebalkan, atau menciptakan hari yang cerah…hari yang indah…hari yang bahagia? Andalah yang memilih :)



Have a nice day…Have a wonderful day.. ^_^


ditulis dengan penuh energi positif



Baca Selengkapnya...

Sabtu, 18 Juli 2009

Awas!! Seorang Pembunuh Profesional Mengincar Orang-Orang Sukses!!

Kesuksesan adalah hal yang didambakan banyak orang. Meraih kesuksesan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh perjuangan. Butuh tekad yang kuat. Butuh proses. Dan manisnya kesuksesan akan membayar segala perjuangan tersebut. Namun apa jadinya kalau sukses yang susah payah diraih itu kemudian hancur?


Kita percaya bahwa di dunia ini tidak ada yang kekal. Demikian halnya kesuksesan. Orang yang berhasil meraih kesuksesan bukan berarti tugasnya selesai. Ia masih harus berusaha mempertahankan kesuksesannya dan memanage hartanya baik-baik. Salah-salah, semua jerih payahnya akan kembali ke titik nol.

Eits..Tunggu dulu. Saya tidak sedang mengajak kita berpikiran negatif atau menjadi si pesimis. Tidak sama sekali. Buang jauh-jauh semua rasa pesimis dan pikiran negatif. Jangan sampai tulisan di atas membuat kita menjadi apatis atau bahkan phobia terhadap kesuksesan.

Artikel kali ini lebih mengajak kita lebih waspada, berhati-hati. Ada bahaya tersembunyi dibalik suatu kesuksesan. Seorang assassin(pembunuh profesional) yang selalu mengarahkan moncong sniper nya ke orang-orang sukses. Sekali tertembak, orang sukses itu hanya tinggal tunggu waktu untuk bangkrut.

Yup. Dialah Mr.Arogansi. Dikenal juga sebagai si sombong, si angkuh, si congkak, si tinggi hati, dll. Dialah pembunuh handal yang menghancurkan orang-orang besar sepanjang sejarah peradaban manusia. Dan setiap ada orang sukses, selalu ada dia yang mengintai.

Sebagai manusia, ketika memiliki sesuatu yang lebih dari orang lain, kemungkinan akan timbul sikap arogansi. Banyak contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang punya jabatan sedikit, sombooong. Kaya sedikit, sombooong. Tokonya sedang ramai sedikit, sombooong, mulai jual mahal terhadap pelanggan. Artis yang tenar sedikit, sombooong, jual mahal terhadap fans. Dll.

Yang jadi persoalan adalah bagaimana kita merespon sikap arogansi yang muncul tersebut. Jangan sampai kesombongan itu membunuh semua kesuksesan yang telah kita bangun susah payah. Banyak raksasa-raksasa bisnis kelas dunia yang tumbang hanya kerena sikap arogansi.

Kesombongan akan membuat kita berhenti berkembang, berhenti belajar, berhenti berinovasi. Stuck di tempat. Mentok. Dan ketika si sombong sedang berhenti di tempat, pesaing-pesaingnya akan menyusulnya dengan cepat, meninggalkannya jauh di belakang. Jadi ingat cerita tentang kura-kura dan kelinci yang lomba lari :)

Sebagai orang yang sedang berjuang mengejar sukses, saya, dan mungkin anda, mari belajar dari yang sudah-sudah. Jangan mengulangi kesalahan orang-orang yang tumbang oleh kesombongannya sendiri. Katakan tidak pada kesombongan dan jangan pernah meremehkan orang lain, siapapun dia. Orang yang rendah hati, saya yakin akan lebih mudah menemukan solusi sukses nya. Dan yang sudah sukses bisa jadi semakin sukses. Dan yang terakhir, orang yang rendah hati itu disukai orang lho..termasuk disukai pelanggan tentunya..hehe :)

Dan saya menutup artikel kali ini dengan pepatah:

“Di atas gunung masih ada gunung”

“Bagaikan ilmu padi, semakin berisi, semakin merunduk”

Baca Selengkapnya...

Rabu, 15 Juli 2009

Melangkah Menuju Cahaya

Hujan turun deras di suatu senja. Seorang pria berusia setengah abad berbadan tegap duduk terpaku menatap tetes-tetes hujan yang mengetuk jendela apartemennya. Di luar sana awan gelap membentang di langit, segelap suasana hati pria tua itu. Kegelapan yang telah menyelimutinya selama ini.


Pikirannya menerawang, menjelajahi dimensi-dimensi waktu. Terbayang masa kecilnya yang berat. Adalah Jay Abrahm yang terlahir dalam keluarga yang hidup pas-pasan, tinmggal di rumah bobrok yang setiap hari melantunkan musik pertengkaran rumah tangga. Sejauh mata memandang, hanya terlihat sudut-sudut kumuh yang terbentang di salah satu sisi di pinggiran kota. Jay menghabiskan masa kecilnya di lingkungan yang sangat keras.

Beranjak remaja, Jay melakoni hidup yang penuh baku hantam. Street fight telah menjadi makanannya. Hari-harinya diwarnai cipratan darah, suara tulang patah, dan teriakan kesakitan. “Bertarung untuk bertahan hidup” demikian semboyannya. Jay mempelajari berbagai jenis beladiri yang dikombinasikan dengan tehnik bertarung jalanan nya sehingga memenangkan hampir setiap pertarungan. Namanya mulai terkenal di lingkungan itu dan ia mulai disegani.

Nama Jay terdengar sampai telinga seorang Manager profesional yang telah memanageri banyak petarung-petarung ternama. Di usia 20-an, Jay mulai memasuki dunia pertarungan profesional. Mengantongi lima sabuk hitam dari lima aliran beladiri serta pengalaman dalam ratusan pertarungan jalanan, Jay tidak sulit melibas lawan-lawannya. Namanya pun meroket dengan cepat. Honornya pun semakin melejit.

Ketenaran Jay bagaikan magnet yang menarik berbagai tawaran iklan. Belum lagi T-shirt berlogo dirinya serta berbagai merchandise lainnya. Bahkan dirinya sering muncul di iklan “Reg (spasi) FIGHT” di televisi. Intinya, sekarang Jay menjadi seorang yang kaya raya. Kemudian ia menikah dan mempunyai seorang putra. Lengkaplah sudah kebahagiaan Jay.

Suatu hari, Jay sedang mengendarai mobil bersama istri dan anaknya. Bahagia rasanya. Sudah lama mereka tidak jalan-jalan bersama karena kesibukan Jay. Di tengah kebahagiaan itu, tiba-tiba sebuah mobil menyerempet mobil mewah Jay. Segerombolan anak muda yang menyetir ugal-ugalan. Kaca spion nya patah.

Ego nya sebagai seorang petarung terbakar. Adrenalin memuncak. Kata-kata istrinya yang menyuruhnya mengalah tidak dihiraukan. Ia bersumpah akan menghancurkan penabrak itu.

Setelah kejar-kejaran beberapa saat, Jay berhasil menyalib mobil penabrak itu. Perkelahian pun tidak terelakkan. Satu per satu pemuda-pemuda berandal itu tumbang. Salah satu pemuda mencabut pistol. Dengan tehnik gun disarm nya, Jay berusaha merebut pistol. “Dor!” Suara letusan pistol diiringi pekik tangis istri Jay. Peluru menembus kaca mobil dan merenggut nyawa satu-satunya putra kesayangan mereka. Enam bulan kemudian,istrinya yang depresi pun bunuh diri. Hilang sudah kebahagiaan Jay.

20 tahun telah berlalu sejak hari itu. Memang karir Jay sebagai petarung profesional tetap cemerlang. Bahkan di hari-hari pensiunnya, Jay telah menjalankan beberapa usaha.
Walaupun demikian, sejak hari itu, Jay tidak lagi mengenal kata bahagia dalam hidupnya. Semua harta itu terasa hambar. Ia selalu dilingkupi kegelapan pekat.

“Seandainya aku bisa menahan ego ku”
“Seandainya aku menuruti saran istriku”
“Seandainya aku bisa merelakan kaca spionku…Bahkan aku bisa membeli 10 mobil seperti itu”
“Seandainya waktu bisa diputar kembali”
“Seandainya malam itu aku tidak lewat sana”
“Seandainya nyawaku bisa ditukar dengan nyawa anakku”
Serentetan kata negatif terus membombardir pikirannya. Menciptakan selubung gelap yang mengikatnya. Bayangan hitam yang telah menghantuinya selama 20 tahun.

Kembali ke masa kini, Jay masih duduk diam, larut dalam pikirannya.
“Tidak, aku tidak boleh begini terus. Cukup sudah penyesalanku. Menyalahkan diri sendiri tidak akan menghidupkan kembali anak dan istriku. Sebagai orang biasa wajar aku berbuat salah.Yang penting sekarang aku berani meninggalkan jejak yang lama. Membuka lembaran baru. Melangkah menuju cahaya. Sekarang saatnya aku memaafkan diriku. Aku memaafkan diriku dengan sepenuh hati. Aku…memaafkan diriku…dengan sepenuh hati. “

Entah dari mana, tiba-tiba Jay mendapat sebuah ilham cemerlang. Gagasan yang menghancurkan segala kegelapan yang telah menyelimutinya selama 20 tahun. Beberapa waktu kemudian, Jay menyisihkan sebagian kekayaannya membangun yayasan sosial untuk anak yatim piatu. Yayasan itu sekarang telah memiliki cabang di berbagai negara.

Cerita tersebut adalah cerita fiktif. Namun dalam hidup ini, kita sering menyalahkan dan menghukum diri sendiri atas kesalahan yang pernah kita lakukan. Hidup adalah pilihan. Kita bisa memilih untuk terbenam dalam rasa bersalah seumur hidup, atau belajar memaafkan diri sendiri. Ketika anda bisa belajar memaafkan diri sendiri, rasanya akan begitu lega…dan bahagia :)


“Sebagai orang biasa wajar aku berbuat salah. Yang penting sekarang aku berani meninggalkan jejak yang lama. Membuka lembaran baru. Melangkah menuju cahaya”
Baca Selengkapnya...

Sabtu, 11 Juli 2009

Visualisasi : Jurus Maut Mencapai Sukses…Hanya Jika Caranya Benar

Visualisasi, sebuah kata yang tidak asing lagi. Apalagi bagi mereka yang penggemar buku-buku tips sukses, motivasi dan pengembangan diri (termasuk saya :p ) . Visualisasi dikatakan sebagai solusi sukses untuk mendukung keberhasilan kita dalam mencapai goal yang kita inginkan. Hal ini diajarkan dalam banyak seminar dan buku-buku tentang kesuksesan. Tapi, bagaimana bila visualisasi tidak bekerja? Bagaimana mengoptimalkan energi visualisasi?



Visualisasi adalah metode menciptakan gambaran/citra dalam pikiran yang biasanya berisi keinginan(atau keadaan yang diinginkan) orang tersebut dengan tujuan merealisasikan keinginannya itu. Asumsinya adalah bahwa apa yang kita pikirkan, itulah yang terwujud. Sebenarnya pikiran manusia memiliki kekuatan dahsyat untuk mewujudkan keinginan-keinginan kita. Visualisasi banyak digunakan dalam berbagai bidang, termasuk dalam mencapai kesuksesan.

Visualisasi telah menjadi hal yang lazim kita temukan dalam berbagai literatur tentang kesuksesan. Bahkan dalam buku the Secret, visualisasi diajarkan sebagai cara untuk mengaktifkan Law of Attraction(LOA) . Banyak orang melakukan visualisasi untuk mencapai kesuksesan dalam hidupnya. Tapi, kenapa banyak orang yang visualisasinya tidak efektif, meskipun banyak juga yang berhasil?

Pertama-tama, kita perlu menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang unik. Setiap manusia dilahirkan berbeda-beda. Berbeda sifat, berbeda tingkah laku, berbeda latar belakang, berbeda lingkungannya, berbeda persepsi bahkan berbeda-beda pula mental block nya. Tidak satupun manusia di dunia ini yang sama persis dengan manusia lainnya, sekalipun kembar identik. Jadi, tehnik yang berhasil diterapkan seseorang, tidak ada jaminan mutlak pasti berhasil bila diterapkan oleh orang lainnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kita perlu memperbaiki tehnik visualisasi kita agar mencapai hasil yang maksimal. Berikut beberapa hal yang harus kita perhatikan.

Sebelum Tidur / Baru Bangun
Pikiran manusia terdiri dari pikiran sadar(conscious mind) dan pikiran bawah sadar(subconscious mind). Visualisasi akan efektif bila berhasil masuk ke dalam pikiran bawah sadar kita. Pikiran sadar kita bekerja pada gelombang Beta, sedangkan pikiran bawah sadar bekerja pada gelombang Alpha/Theta. Jadi kita harus lebih dulu merubah gelombang otak kita ke gelombang Alpha/Theta. Bagi hipnoterapist handal, tentu saja hal ini sangat mudah. Lalu bagaimana dengan orang awam seperti kita?
Manfaatkan waktu pada saat akan tidur dan pada saat baru bangun tidur. Di kedua waktu itu, secara alami pikiran kita memasuki gelombang Alpha/Theta . Jadi pikiran kita menjadi sangat sugestif dan apapun yang kita lakukan pada saat itu akan mudah masuk ke pikiran bawah sadar kita tanpa mendapat perlawanan dari pikiran sadar.

Libatkan 5 Indra
Buatlah visualisasi anda terasa sedemikian nyata. Libatkan kelima indra kita. Misal: apa yang terlihat dalam visualisasi tersebut, apakah ada suara-suara yang terdengar(misal: suara kendaraan), bagaimana cuacanya, panas / dingin, dll. Semakin nyata visualisasi anda, semakin besar kemungkinan anda mencapai keberhasilan yang anda visualisasikan tersebut. Jangan lupa masukkan perasaan bahagia.
Pelaku..Bukan Penonton
Dalam visualisasi, tempatkan diri anda sebagai pelaku, bukan sebagai penonton. Misalnya anda sedang mengvisualisasikan kesuksesan. Rasakan anda benar-benar sedang dalam kondisi kesukesan anda dan merasa bahagia, bukan sedang menonton/melihat diri “anda” yang sedang menikmati kesuksesan.

Repetisi
Lakukan visualisasi secara berulang-ulang setiap hari agar membentuk suatu pola dalam pikiran kita. Repetisi/pengulangan akan memperkuat visualisasi tersebut.

Percaya
Percuma melakukan visualisasi apabila anda tidak mempercayai apa yang sedang anda visualisasikan


Bagaimana bila saat melakukan visualisasi, muncul perasaan tidak tenang atau tidak nyaman? Tandanya ada mental block anda yang sedang menolak visualisasi tersebut. Tidak perlu dipaksakan, hentikan visualisasi. Bereskan dulu mental block tersebut lewat terapis atau membaca buku tentang mental block. Salah satu buku bagus tentang mental block adalah “The Secret of Mindset” karangan Adi W Gunawan.

Sekian tips singkat melakukan visualisasi yang optimal. Semoga bermanfaat untuk menemukan solusi sukses anda.

Salam sukses :)

Referensi : hasil membaca beberapa buku dan artikel-artikel tentang hipnoterapi dan NLP



Baca Selengkapnya...

Sabtu, 04 Juli 2009

Hey…Kau Salah! Aku yang Benar!!

Skenario:

Ada dua orang anak SMA. Badoe dan Boedi namanya. Keduanya adalah sahabat karib. Mereka telah berteman sejak SD. Suatu hari ada seorang cewek yang lewat di depan mereka.


Badoe : Eh, bro… Tuh cewek boleh juga. Seksi amat.
Boedi : Mana? Mana?
Badoe : Itu tuh..Yang itu
Boedi : Yee..Katarak kali loe.. Itu sih bukan seksi tapi gendut.
Badoe : Sembarang! Dimana-mana kalo cowok liat cewek kayak gitu pasti bilangnya
Seksi. Aneh loe.
Boedi : Ah..Nggak!! Jelas-jelas gendut gitu kok.
Badoe : Selera loe aneh deh. Jangan-jangan loe gak normal!
Boedi : Eh..Jangan sembarang ngomong ya! Jaga tuh mulut!!
Badoe : Koq nyolot sih!!
Boedi : @ * % % # & %$#(censored :p )
Badoe : * %%% !!! $%@# (censored :p )

Emosi kedua orang itu sudah memuncak. Adu mulut berlanjut ke konfrontasi fisik. Badoe yang jago Aikido bertarung sengit dengan Boedi sang pendekar Wushu. Dalam satu kesempatan, Badoe berhasil membanting Boedi. Tidak mau kalah, Boedi merebut sapu dari tangan mas Poer, tukang bersih-bersih sekolah. Sapu itu dipatahkan ujungnya dan dijadikan senjata toya. Pada sabetan ke-5, Boedi berhasil memukul kepala Badoe.

Badoe tumbang, terkapar tidak sadarkan diri. Darah berceceran. Terdengar sirine mobil polisi dan ambulance yang saling bersahut-sahutan. Badoe masuk ICU karena mengalami gegar otak ringan. Boedi dituntut orang tua Badoe dan akhirnya dipenjara. Dan kedua-dua nya dikeluarkan dari sekolah. Ending yang mengenaskan :)



Anda yang membaca mungkin akan geleng-geleng kepala. Konyol. Dua orang telah rusak masa depannya hanya karena meributkan hal yang tidak penting. Masalah seksi-tidak seksi itu kembali pada selera masing-masing kan. Dari zaman purba sampai zaman digital, yang namanya selera orang itu ya gak mungkin semuanya sama – dan memang tidak harus sama :)

Contoh fiktif di atas tidak jarang terjadi di kehidupan nyata. Bahkan lebih parah. Lihat di berita-berita kriminal. Berapa orang yang tega melenyapkan nyawa orang lain hanya karena perbedaan pendapat yang sepele. Hal-hal yang sebenarnya tidak perlu diributkan.

Apa sih penyebabnya? Semuanya hanya kerena “Kau Salah! Aku yang Benar!!” kan. Semuanya merasa yang paling benar, semuanya ingin orang lain mengikuti kata-katanya. Dan jujur, saya sendiri pun tidak jarang seperti itu.

Toleransi. Kata yang mudah diucapkan tapi tidak banyak yang mempraktekkan. Ketika kita berhenti berpikir “Kau Salah! Aku yang Benar!!” , digantikan dengan “Benar Untukku, Belum Tentu Benar Untuknya“ , kita bisa lebih toleran terhadap perbedaan pendapat. Kita akan belajar untuk melihat dari kacamata / sudut pandang orang lain. Dengan demikian, banyak kasus ribut “gak penting” yang bisa dihindari. Dan kita akan hidup lebih bahagia :)

Bagaimana pendapat anda ? :)

Baca Selengkapnya...

Rabu, 01 Juli 2009

Transformer = Keajaiban Word of Mouth Marketing

Orang yang berhubungan dengan penjualan tentu tidak asing lagi mendengar kata word of mouth marketing. Sebuah jurus pamungkas yang sangat ampuh dalam “ilmu beladiri” marketing. Kali ini, kita akan melihat kehebatan word of mouth marketing lewat kejadian nyata yang saya alami.


Seminggu belakangan, lagi hangat-hangatnya film Transformer. Bagi yang belum tahu, transformer adalah film tentang sekumpulan robot raksasa yang menyamar dalam bentuk kendaraan biasa untuk melindungi bumi.

Pertama kali saya mengenal Transformer adalah pada saat kecil dalam versi animasinya. Sejak kecil, saya tidak pernah suka dengan film itu. Bahkan pada saat Transformer dibuat versi film nya sekitar 1 tahun yang lalu, saya sedikit pun tidak tertarik untuk menontonnya.

Pada akhir Juni, film Transformer 2 rilis di bioskop-bioskop. Sambutannya begitu baik. Awalnya saya masih tidak begitu peduli. Tapi di facebook, banyak sekali teman yang membahas film transformer. Beberapa teman facebook malah menyarankan menonton film itu. Begitu pula teman-teman di kampus sibuk membicarakan film itu. Bahkan teman saya sempat kehabisan tiket.

Oke, saya penasaran. Bahkan mulai sedikit tertarik. Akhirnya, hari Minggu, 28 Juni 2009, saya memutuskan untuk nonton bersama teman-teman saya. Di awal-awal film, saya sudah mulai “masuk“ ke dalam ceritanya. Dan film berdurasi dua jam lebih itu berhasil membuat saya sangat puas.

Pertama, film itu adalah kombinasi dari komedi yang mengocok perut, ditambah unsur romantis, adegan mengharukan dan action yang seru dan menegangkan yang akan memompa adrenalin anda . Pokoknya komplit deh. Lalu, visual effect nya sungguh sempurna ,tampak begitu nyata. Durasi yang cukup panjang tidak membuat bosan, malah berharap durasinya bisa lebih panjang lagi. Dan satu poin pluis dari saya, koreografinya yang bagus. Jika di film-film lain, ketika ada adegan pertarungan robot raksasa, akan terlihat asal pukul gak jelas. Dalam film ini, robot-robot nya bertarung dalam koreografi ala beladiri yang mempesona.

Dua jam lebih berlalu dengan cepat. Film nya berakhir dan saya keluar dengan senyuman di wajah. Benar-benar puas. Dan saya yakin penonton lain juga merasa puas dengan film itu. Dan saya tidak ragu untuk merekomendasikan film itu secara sukarela :)

Dan kita telah melihat keajaiban word of mouth marketing. Orang yang tadinya tidak suka transformer, bisa menonton karena rekomendasi teman dan film tersebut menjadi bahan pembicaraan. Setelah menonton ia merasa puas. Kemudian ia siap merekomendasikannya kepada orang lain.

Seperti kita tahu, sebagus apapun suatu iklan dibuat, masih sulit untuk menandingi word of mouth marketing alias ‘promosi dari mulut ke mulut’. Hal ini menjadi masukan bagaimana caranya memuaskan customer kita sehingga ia benar-benar puas dan terjadi word of mouth marketing. Penjual untung, pelanggan, pelanggan puas. Sama-sama untung. Kondisi yang paling ideal bukan? :)

Akhirnya saya merekomendasikan anda untuk menonton “Transformer 2” di bioskop terdekat. Cocok untuk anda yang suka film komedi, romantis, dan action dalam satu paket. Sangat menghibur. Pokok nya top banget deh :)
Baca Selengkapnya...

Kamis, 25 Juni 2009

My 20'th Birthday ^_^

Tidak terasa usiaku telah mencapai angka 20.
Semoga di usia yang semakin bertambah ini, aku berharap bisa menjadi pribadi yang lebih matang n dewasa.
Semoga aku semakin dekat dengan kesuksesan..
Semoga aku bisa kaya di usia muda :p
Semoga aku meraih sukses dalam bisnis online..dan juga bisnis offline nantinya..
Semoga bisa menjadi expert dalam martial arts..
Semoga aku bisa mengalami kemajuan yang lebih pesat dalam setiap aspek hidupku..
Semoga semua impian-impianku bisa terwujud..
Dan semoga aku bisa memberikan manfaat bagi orang lain.. ^_^


Dengan doa, semangat, dan yang terpenting usaha, aku YAKIN dan PERCAYA semua harapanku PASTI bisa terwujud.



Semangat!!! ^_^

Baca Selengkapnya...

Rabu, 24 Juni 2009

Ada Penjara Dalam Kepalaku !!!

Ketika membaca kata "penjara" mungkin yang terbayang dalam pikiran kita adalah sebuah sel tahanan. Sebuah ruangan sempit yang dikelilingi jeruji besi. Sebuah ruangan yang menghalangi kita untuk keluar dan membelenggu kita. Lalu apa hubungannya dengan kepala? Bagaimana bisa ada penjara dalam kepala kita?


Dalam artikel kali ini saya akan membahas tentang mental block. Sebelum berbicara banyak tentang mental block, kita perlu memahami dulu apa yang dimaksud "belief". Belief secara sederhana dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang kita percayai atau yang kita anggap sebagai kebenaran. Belief ini cakupannya sangat luas, mulai dari fakta-fakta umum, persepsi, konsep benar-salah, keyakinan terhadap ajaran agama, prinsip hidup, budaya/tradisi, mitos/tahayul yang anda percayai, dll. Termasuk juga keyakinan bahwa "Matahari terbit dari timur" sampai "menabrak kucing akan membawa sial" juga termasuk belief.

Lalu apa itu mental block? Mental block atau penjara mental adalah belief yang bersifat negatif yang menghambat kita dalam mencapai keberhasilan yang kita inginkan.Belief negatif ini bisa berasal dari keluarga, teman, leingkungan sosial, pengalaman pribadi, dll. Akhirnya mental block ini ter-install dalam pikiran bawah sadar kita. Kemudian mental block akan berusaha mensabotase segala upaya kita dalam mencapai keberhasilan, apabila dianggap bertentangan dengan mental block tersebut.

Contoh:
Pak Budi adalah seorang wirausahawan. Ia membuka usaha digital printing. Sudah 6 tahun usahanya berjalan, bukannya tambah maju malah beberapa kali hampir bangkrut. Segala upaya telah ia tempuh untuk memajukan usahanya. Ia membaca berbagai buku bisnis, buku motivasi, menghadiri berbagai seminar. Ia juga mencoba berpikiran positif, namun setiap kali ia mencoba malah muncul perasaan tidak nyaman dalam hatinya.

Akhirnya pak Budi memutuskan untuk diterapi oleh seorang hipnoterapis terkenal di daerahnya. Pada saat terapi, ditemukan sebuah mental block yang menjadi akar permasalahan pak Budi. Pada masa kecilnya pak Budi hidup di keluarga yang cukup kaya. Namun orangtua nya sering bertengkar karena masalah uang. Belum lagi saudara-saudara dari ayahnya pak Budi yang sering ribut masalah warisan. Akhirnya dalam pikiran bawah sadar Budi kecil, terbentuk mental block "Uang adalah sumber penderitaan" yang terbawa hingga ia dewasa. Mental block tersebut berupaya dengan segala cara untuk menghambat kesuksesan pak Budi karena menganggap "Uang adalah sumber penderitaan" dan "Bila saya banyak uang, saya akan menderita"

Oleh si hipnoterapis, mental block tersebut dihilangkan dan diganti dengan belief yang positif yang mendukung kesuksesan pak Budi. Hasilnya luar biasa. Dalam 2 bulan, usaha digital printing pak Budi telah maju pesat. Bahkan ia telah bersiap-siap membuka cabang baru.


Contoh di atas, walaupun fiktif, namun sering juga terjadi dalam kehidupan nyata. Seperti yang kita ketahui, pikiran memiliki kekuatan yang dahsyat yang mampu mempengaruhi hidup seseorang. Pikiran akan menghasilkan tindakan, tindakan akan menciptakan hasil. Belief-belief negatif tentunya akan membawa hasil negatif pula. Bila mental block tidak dibereskan, maka akan menghambat kita untuk menemukan solusi sukses dan meraih tujuan yang kita inginkan.

Lalu bagaimana cara mengatasi mental block? Ada banyak tehnik untuk mengatasi mental block. Tehnik yang digunakan antara lain hipnoterapi, visualisasi, NLP, EFT, dan lain-lain.Saya membaca sebuah buku bagus yang membahas tentang hal ini. Buku "The Secret of Mindset" karangan Adi W Gunawan. Anda bisa mencari buku tersebut di toko buku terdekat atau membaca artikel-artikel yang berhubungan dengan mental block di situs pengarangnya.
Baca Selengkapnya...

Rabu, 17 Juni 2009

Click

Bukan…Bukan artikel tentang Paid Per Click. Oh, kalo gitu pasti tentang Paid To Click? Bukan juga. Apalagi Clickbank, tidak ada hubungannya. Juga bukan bisnis online jenis baru. Jadi tentang apa dunk? Silahkan membaca lebih lanjut. :)


Beberapa hari yang lalu saya menonton sebuah film yang menarik. Sebuah film yang ditayangkan trans TV berjudul “Click” . Film ini sangat menarik, karena selain lucu dan menghibur, juga tersirat pesan moral yang sangat penting.

Adalah Michael (diperankan Adam Sandler), seorang arsitek berbakat yang sayangnya menduduki jabatan rendah pada perusahaan tempatnya bekerja. Ia memiliki mimpi untuk mengapaai kesuksesan dalam kariernya.Michael memiliki keluarga yang bahagia. Seorang istri yang cantik yang selalu mencintainya, serta dua anak, seorang putra dan seorang putri . Selain itu, masih ada kedua orang tua Michael yang sangat menyayanginya.

Michael bekerja keras agar bos nya mempromosikannya ke jabatan yang lebih tinggi. Sehari-hari ia sibuk bekerja sehingga keluarganya sering terabaikan. Berkali-kali ia membatalkan rencana liburan keluarga karena alasan pekerjaan. Namun sang istri masih berusaha memakluminya.

Suatu hari, Michael bertemu seorang pria misterius yang memberinya sebuah remote control. Bukan sembarang remote. Remote ajaib yang bisa mengendalikan apapun hanya dengan sekali “click” . Dimulailah petualangan Michael dengan remote ajaibnya yang membuahkan kejadian-kejadian lucu.

Meskipun Michael telah bekerja keras, ia tidak kunjung naik jabatan juga. Hal ini menimbulkan stress sehingga rumah tangga nya mulai diwarnai pertengkaran. Karena tidak ingin pusing, setiap akan bertengkar, Michael menekan tombol fast forward(tombol untuk mempercepat/melompati bagian film yang tidak ingin kita tonton) pada remote ajaibnya, dan ia pun langsung melompati waktu hingga saat istrinya telah selesai marah. Jadi ia tidak perlu mendengar omelan istrinya. Lama-lama, ini menjadi kebiasaan. Setiap mengalami hal yang tidak menyenangkan, ia langsung menekan fast forward dan melompati kejadian tidak mengenakkan tersebut.

Setiap kali ia menekan fast forward, pikirannya akan melompati waktu, sedangkan tubuhnya tetap ada di tempat dan berada dalam kondisi setengah sadar. Bagi orang yang melihatnya, akan terlihat seperti “robot” yang tidak tidak punya emosi dan hanya bisa berbicara satu-dua kata saja. Setelah selesai melompati momen tidak menyenangkan itu, barulah kesadarannya kembali.

Karena tidak sabar, Michael memutuskan “melompat” ke momen ketika ia telah dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi. Dan ternyata ia telah melompati satu tahun. Banyak hal yang telah ia lewatkan selama satu tahun itu.
Sialnya lagi, remote ajaib itu menjadi semakin tidak terkendali. Remote itu secara otomatis membuat Michael “melompat” walaupun ia tidak menekan tombol fast forward. Setiap kali ada hal yang tidak menyenangkan sekecil apapun, remote itu otomatis membuatnya melompati waktu…lagi dan lagi.

Tiba-tiba, ia telah melompat ke 6 tahun kemudian. Istrinya tidak tahan lagi dengan suami yang bertingkah seperti “robot”, menceraikannya dan menikah dengan pria lain. Michael terkejut mendapati kenyataan itu. Terjadi sedikit pertengkaran dan remote itu langsung membuatnya ‘melompati waktu’ lagi.

Melompati tahun demi tahun… Michael berhasil menjadi CEO dari perusahaan tempatnya bekerja dulu. Rumah mewah, mobil mewah, semua kemewahan telah ia miliki. Inilah mimpinya sejak dulu. Mimpinya telah tercapai.

Mimpi yang dibayar dengan harga yang sangat mahal. Ia berhasil mendapat kekayaan dan kesuksesan, tapi ia kehilangan keluarganya. Bercerai dengan istrinya. Tidak sempat melihat anaknya beranjak dewasa. Bahkan, karena sibuk dengan pekerjaannya, Michael sempat menolak dengan kasar saat ayahnya yang telah semakin tua mengajaknya pergi jalan-jalan bersama keluarga. Ternyata itu adalah kali terakhir ia bertemu dengan ayahnya. Pada “lompatan” berikutnya ia mendapati ayahnya telah meninggal karena sakit dan usia tua.

Sekali lompatan lagi, ia telah berada di hari pernikahan putranya. Di tengah acara, Michael yang telah menjadi pria tua, tiba-tiba sakit jantungnya kumat. Ia segera dilarikan ke rumah sakit. Di kamar rumah sakit, ia sadar umurnya tidak akan lama lagi. Sebelum ia “melompati waktu” lagi, ia harus menyampaikan pesan terakhirnya kepada anaknya. Jangan sampai anaknya mengulangi kesalahan yang sama seperti dirinya. Ia mencabut alat bantu pernapasan dan alat-alat yang menyokong hidupnya, bergegas berlari keluar rumah sakit, mengejar anaknya yang sedang naik ke mobil, ingin pulang. Michael tidak kuat lagi dan terjatuh. Ajalnya telah dekat. Dikelilingi keluarganya, dengan terbata-bata ia menyampaikan pesan terakhir kepada anaknya …”Family come first…”

Selesai? Belum. Bagaimana endingnya? Silahkan ditonton sendiri filmya. Dapatkan DVD nya di toko-toko terdekat :p .Dijamin tidak nyesal :)


Film “Click” ini, selain lucu dan menghibur, juga memberikan pesan moral yang penting. Pesan moralnya antara lain:

Jangan Suka “Melompat”
Hidup tidak luput dari masalah. Siapapun manusia di dunia ini pasti punya masalah. Kita tidak bisa terus “melompat”(baca: melarikan diri) dari masalah yang menimpa kita. Selesaikanlah masalah yang memang harus diselesaikan.

Tak ada yang Abadi
Semua mahluk yang hidup di dunia ini pasti akan tua dan mati. Orangtua kita juga tidak akan hidup selamanya. Bahagiakanlah mereka selagi sempat. Jangan sampai ada penyesalan yang amat sangat di kemudian hari.


Family Come First
Dahulukan keluarga. Boleh mengejar mimpi, tapi jangan sampai mengorbankan keluarga. Setinggi apapun kesuksesan, sebanyak apapun kekayaan, keluarga tetap lebih berharga. Mengejar mimpi dan kehidupan keluarga harus berjalan seimbang :)

Family come first… :)

Salam sukses :)

Baca Selengkapnya...