Mau Belajar Cara Yang Benar Untuk BENAR-BENAR Menghasilkan Uang Lewat Internet??

Klub Bisnis Internet Berorientasi Action

Ingin Men-Share artikel ini?

Bila Anda merasa artikel ini bermanfaat, anda boleh sharing artikel ini ke teman, kerabat atau saudara anda lewat facebook. Caranya mudah. Tinggal meng-klik gambar "Share on Facebook" yang ada di bagian akhir tiap artikel. Semoga bermanfaat :)

Kamis, 25 Juni 2009

My 20'th Birthday ^_^

Tidak terasa usiaku telah mencapai angka 20.
Semoga di usia yang semakin bertambah ini, aku berharap bisa menjadi pribadi yang lebih matang n dewasa.
Semoga aku semakin dekat dengan kesuksesan..
Semoga aku bisa kaya di usia muda :p
Semoga aku meraih sukses dalam bisnis online..dan juga bisnis offline nantinya..
Semoga bisa menjadi expert dalam martial arts..
Semoga aku bisa mengalami kemajuan yang lebih pesat dalam setiap aspek hidupku..
Semoga semua impian-impianku bisa terwujud..
Dan semoga aku bisa memberikan manfaat bagi orang lain.. ^_^


Dengan doa, semangat, dan yang terpenting usaha, aku YAKIN dan PERCAYA semua harapanku PASTI bisa terwujud.



Semangat!!! ^_^

Baca Selengkapnya...

Rabu, 24 Juni 2009

Ada Penjara Dalam Kepalaku !!!

Ketika membaca kata "penjara" mungkin yang terbayang dalam pikiran kita adalah sebuah sel tahanan. Sebuah ruangan sempit yang dikelilingi jeruji besi. Sebuah ruangan yang menghalangi kita untuk keluar dan membelenggu kita. Lalu apa hubungannya dengan kepala? Bagaimana bisa ada penjara dalam kepala kita?


Dalam artikel kali ini saya akan membahas tentang mental block. Sebelum berbicara banyak tentang mental block, kita perlu memahami dulu apa yang dimaksud "belief". Belief secara sederhana dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang kita percayai atau yang kita anggap sebagai kebenaran. Belief ini cakupannya sangat luas, mulai dari fakta-fakta umum, persepsi, konsep benar-salah, keyakinan terhadap ajaran agama, prinsip hidup, budaya/tradisi, mitos/tahayul yang anda percayai, dll. Termasuk juga keyakinan bahwa "Matahari terbit dari timur" sampai "menabrak kucing akan membawa sial" juga termasuk belief.

Lalu apa itu mental block? Mental block atau penjara mental adalah belief yang bersifat negatif yang menghambat kita dalam mencapai keberhasilan yang kita inginkan.Belief negatif ini bisa berasal dari keluarga, teman, leingkungan sosial, pengalaman pribadi, dll. Akhirnya mental block ini ter-install dalam pikiran bawah sadar kita. Kemudian mental block akan berusaha mensabotase segala upaya kita dalam mencapai keberhasilan, apabila dianggap bertentangan dengan mental block tersebut.

Contoh:
Pak Budi adalah seorang wirausahawan. Ia membuka usaha digital printing. Sudah 6 tahun usahanya berjalan, bukannya tambah maju malah beberapa kali hampir bangkrut. Segala upaya telah ia tempuh untuk memajukan usahanya. Ia membaca berbagai buku bisnis, buku motivasi, menghadiri berbagai seminar. Ia juga mencoba berpikiran positif, namun setiap kali ia mencoba malah muncul perasaan tidak nyaman dalam hatinya.

Akhirnya pak Budi memutuskan untuk diterapi oleh seorang hipnoterapis terkenal di daerahnya. Pada saat terapi, ditemukan sebuah mental block yang menjadi akar permasalahan pak Budi. Pada masa kecilnya pak Budi hidup di keluarga yang cukup kaya. Namun orangtua nya sering bertengkar karena masalah uang. Belum lagi saudara-saudara dari ayahnya pak Budi yang sering ribut masalah warisan. Akhirnya dalam pikiran bawah sadar Budi kecil, terbentuk mental block "Uang adalah sumber penderitaan" yang terbawa hingga ia dewasa. Mental block tersebut berupaya dengan segala cara untuk menghambat kesuksesan pak Budi karena menganggap "Uang adalah sumber penderitaan" dan "Bila saya banyak uang, saya akan menderita"

Oleh si hipnoterapis, mental block tersebut dihilangkan dan diganti dengan belief yang positif yang mendukung kesuksesan pak Budi. Hasilnya luar biasa. Dalam 2 bulan, usaha digital printing pak Budi telah maju pesat. Bahkan ia telah bersiap-siap membuka cabang baru.


Contoh di atas, walaupun fiktif, namun sering juga terjadi dalam kehidupan nyata. Seperti yang kita ketahui, pikiran memiliki kekuatan yang dahsyat yang mampu mempengaruhi hidup seseorang. Pikiran akan menghasilkan tindakan, tindakan akan menciptakan hasil. Belief-belief negatif tentunya akan membawa hasil negatif pula. Bila mental block tidak dibereskan, maka akan menghambat kita untuk menemukan solusi sukses dan meraih tujuan yang kita inginkan.

Lalu bagaimana cara mengatasi mental block? Ada banyak tehnik untuk mengatasi mental block. Tehnik yang digunakan antara lain hipnoterapi, visualisasi, NLP, EFT, dan lain-lain.Saya membaca sebuah buku bagus yang membahas tentang hal ini. Buku "The Secret of Mindset" karangan Adi W Gunawan. Anda bisa mencari buku tersebut di toko buku terdekat atau membaca artikel-artikel yang berhubungan dengan mental block di situs pengarangnya.
Baca Selengkapnya...

Rabu, 17 Juni 2009

Click

Bukan…Bukan artikel tentang Paid Per Click. Oh, kalo gitu pasti tentang Paid To Click? Bukan juga. Apalagi Clickbank, tidak ada hubungannya. Juga bukan bisnis online jenis baru. Jadi tentang apa dunk? Silahkan membaca lebih lanjut. :)


Beberapa hari yang lalu saya menonton sebuah film yang menarik. Sebuah film yang ditayangkan trans TV berjudul “Click” . Film ini sangat menarik, karena selain lucu dan menghibur, juga tersirat pesan moral yang sangat penting.

Adalah Michael (diperankan Adam Sandler), seorang arsitek berbakat yang sayangnya menduduki jabatan rendah pada perusahaan tempatnya bekerja. Ia memiliki mimpi untuk mengapaai kesuksesan dalam kariernya.Michael memiliki keluarga yang bahagia. Seorang istri yang cantik yang selalu mencintainya, serta dua anak, seorang putra dan seorang putri . Selain itu, masih ada kedua orang tua Michael yang sangat menyayanginya.

Michael bekerja keras agar bos nya mempromosikannya ke jabatan yang lebih tinggi. Sehari-hari ia sibuk bekerja sehingga keluarganya sering terabaikan. Berkali-kali ia membatalkan rencana liburan keluarga karena alasan pekerjaan. Namun sang istri masih berusaha memakluminya.

Suatu hari, Michael bertemu seorang pria misterius yang memberinya sebuah remote control. Bukan sembarang remote. Remote ajaib yang bisa mengendalikan apapun hanya dengan sekali “click” . Dimulailah petualangan Michael dengan remote ajaibnya yang membuahkan kejadian-kejadian lucu.

Meskipun Michael telah bekerja keras, ia tidak kunjung naik jabatan juga. Hal ini menimbulkan stress sehingga rumah tangga nya mulai diwarnai pertengkaran. Karena tidak ingin pusing, setiap akan bertengkar, Michael menekan tombol fast forward(tombol untuk mempercepat/melompati bagian film yang tidak ingin kita tonton) pada remote ajaibnya, dan ia pun langsung melompati waktu hingga saat istrinya telah selesai marah. Jadi ia tidak perlu mendengar omelan istrinya. Lama-lama, ini menjadi kebiasaan. Setiap mengalami hal yang tidak menyenangkan, ia langsung menekan fast forward dan melompati kejadian tidak mengenakkan tersebut.

Setiap kali ia menekan fast forward, pikirannya akan melompati waktu, sedangkan tubuhnya tetap ada di tempat dan berada dalam kondisi setengah sadar. Bagi orang yang melihatnya, akan terlihat seperti “robot” yang tidak tidak punya emosi dan hanya bisa berbicara satu-dua kata saja. Setelah selesai melompati momen tidak menyenangkan itu, barulah kesadarannya kembali.

Karena tidak sabar, Michael memutuskan “melompat” ke momen ketika ia telah dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi. Dan ternyata ia telah melompati satu tahun. Banyak hal yang telah ia lewatkan selama satu tahun itu.
Sialnya lagi, remote ajaib itu menjadi semakin tidak terkendali. Remote itu secara otomatis membuat Michael “melompat” walaupun ia tidak menekan tombol fast forward. Setiap kali ada hal yang tidak menyenangkan sekecil apapun, remote itu otomatis membuatnya melompati waktu…lagi dan lagi.

Tiba-tiba, ia telah melompat ke 6 tahun kemudian. Istrinya tidak tahan lagi dengan suami yang bertingkah seperti “robot”, menceraikannya dan menikah dengan pria lain. Michael terkejut mendapati kenyataan itu. Terjadi sedikit pertengkaran dan remote itu langsung membuatnya ‘melompati waktu’ lagi.

Melompati tahun demi tahun… Michael berhasil menjadi CEO dari perusahaan tempatnya bekerja dulu. Rumah mewah, mobil mewah, semua kemewahan telah ia miliki. Inilah mimpinya sejak dulu. Mimpinya telah tercapai.

Mimpi yang dibayar dengan harga yang sangat mahal. Ia berhasil mendapat kekayaan dan kesuksesan, tapi ia kehilangan keluarganya. Bercerai dengan istrinya. Tidak sempat melihat anaknya beranjak dewasa. Bahkan, karena sibuk dengan pekerjaannya, Michael sempat menolak dengan kasar saat ayahnya yang telah semakin tua mengajaknya pergi jalan-jalan bersama keluarga. Ternyata itu adalah kali terakhir ia bertemu dengan ayahnya. Pada “lompatan” berikutnya ia mendapati ayahnya telah meninggal karena sakit dan usia tua.

Sekali lompatan lagi, ia telah berada di hari pernikahan putranya. Di tengah acara, Michael yang telah menjadi pria tua, tiba-tiba sakit jantungnya kumat. Ia segera dilarikan ke rumah sakit. Di kamar rumah sakit, ia sadar umurnya tidak akan lama lagi. Sebelum ia “melompati waktu” lagi, ia harus menyampaikan pesan terakhirnya kepada anaknya. Jangan sampai anaknya mengulangi kesalahan yang sama seperti dirinya. Ia mencabut alat bantu pernapasan dan alat-alat yang menyokong hidupnya, bergegas berlari keluar rumah sakit, mengejar anaknya yang sedang naik ke mobil, ingin pulang. Michael tidak kuat lagi dan terjatuh. Ajalnya telah dekat. Dikelilingi keluarganya, dengan terbata-bata ia menyampaikan pesan terakhir kepada anaknya …”Family come first…”

Selesai? Belum. Bagaimana endingnya? Silahkan ditonton sendiri filmya. Dapatkan DVD nya di toko-toko terdekat :p .Dijamin tidak nyesal :)


Film “Click” ini, selain lucu dan menghibur, juga memberikan pesan moral yang penting. Pesan moralnya antara lain:

Jangan Suka “Melompat”
Hidup tidak luput dari masalah. Siapapun manusia di dunia ini pasti punya masalah. Kita tidak bisa terus “melompat”(baca: melarikan diri) dari masalah yang menimpa kita. Selesaikanlah masalah yang memang harus diselesaikan.

Tak ada yang Abadi
Semua mahluk yang hidup di dunia ini pasti akan tua dan mati. Orangtua kita juga tidak akan hidup selamanya. Bahagiakanlah mereka selagi sempat. Jangan sampai ada penyesalan yang amat sangat di kemudian hari.


Family Come First
Dahulukan keluarga. Boleh mengejar mimpi, tapi jangan sampai mengorbankan keluarga. Setinggi apapun kesuksesan, sebanyak apapun kekayaan, keluarga tetap lebih berharga. Mengejar mimpi dan kehidupan keluarga harus berjalan seimbang :)

Family come first… :)

Salam sukses :)

Baca Selengkapnya...

Sabtu, 13 Juni 2009

Bisnis Online Hanya Untuk Pemalas…

Apa perasaan anda ketika membaca judul itu? Bingung? Jengkel? Atau bahkan marah? Menganggap saya tidak konsisten? “Masak internet marketer malah mengatakan bisnis online hanya untuk pemalas… Hajar!! “ . Tunggu..tunggu.. ^^” Sebelum anda menimpuk saya dengan batu, ada baiknya membaca lebih lanjut artikel ini ^^”

Di suatu hari yang cerah, saya mendapati diri saya sedang duduk di dalam kelas. Saat itu adalah jam kuliah. Saat itu, dosen kami sedang meninggalkan ruangan karena suatu keperluan. Suasana kelas pun jadi ribut. Ya iya lah, ada dosen aja ribut, apalagi kalo tidak ada dosen :)

Di antara lantunan simfoni “kegaduhan kelas” itu, tidak sengaja saya mendengar sepotong lirik..eh..percakapan yang menarik perhatian saya. Radar saya menangkap ada orang yang sedang membicarakan tentang bisnis online. Tertarik, saya pun melanjutkan mendengarkan.

Berikut potongan percakapan tersebut, disajikan sesuai versi aslinya dalam bahasa Jambi.

A : “ e-mail facebook kau apo? Biak aku add.. “
B : “ xxxx@xxx.com …di add yo! “
A : “ Ini (sambil menunjuk iklan ads tentang bisnis online pada facebook), sekarang
banyak yo iklan kayak gini..”
B : “ Iyo.. Aku jugo sering nampak yang kayak gitu”
A : “ Kato nyo biso kayo..Entah iyo entah idak”
B : “ Aih..jangan-jangan ngota (= bohong) la tuh. Di internet kan banyak penipu “
A : “ Kadang-kadang aku tertarik jugo sih..Katonyo harus transfer duo ratus ribu gitu”
B : “ Kalo aku sih dak pernah tertarik “
A : “ Aku baco (sales letter) nyo , kalo dipikir-pikir masuk akal jugo “
B : “ Hmm..”
A : “ Aih..Tapi itu cuma untuk orang malas bae la. Mau cepet kayo. Kito kalo mau duit
yo kerjo bener-bener tu lah, yo dak?. Ngapoin jugo ikut-ikut yang kayak gini “
B : “ Iyo.. betol itu.. “
( pembicaraan berpindah ke topik lain..)

Karena saat itu saya sedang tidak ingin berdebat, tidak punya energi untuk berdebat dan memang tidak suka berdebat…apalagi kalo nanti jadi ajang debat kusir yang tidak berkesudahan.. jadi saya memilih untuk mendengarkan saja. Alih-alih mendebatnya, otak saya berputar, bagaimana caranya percakapan singkat ini bisa dijadikan artikel menarik dalam blog saya :)

Saya tidak ingin mengatakan pendapatnya salah. Memang kalo dilihat dari persepsi saya, jelas pandangannya keliru. Tapi tiap orang kan berhak punya pandangannya sendiri. Yang benar menurut saya, belum tentu benar menurut dia. Apalagi kebebasan berpendapat dilindungi undang-undang :p .


Dan dari pembicaraan itu, saya mempunyai beberapa asumsi :

1. Mental Block
Lahirnya pendapat tersebut, menurut saya, adalah karena sebuah mindset yang sangat
kuat yang tertanam dalam pikirannya. Mindset yang secara sadar atau tidak
ditanamkan padanya oleh keluarga atau lingkungan, bahwa untuk mendapatkan uang
itu harus kerja keras dengan cara yang lazim dilakukan orang kebanyakan. Kerja
keras,tentu saja itu mindset yang sangat bagus. Tapi, penekanan “dengan cara yang
lazim dilakukan orang kebanyakan” akan menciptakan suatu mental block yang akan
menciptakan seribu alasan/dalih untuk menolak segala metode alternatif penghasil
uang yang dianggap tidak biasa, dalam hal ini bisnis online. Padahal metode-metode
penghasil uang alternatif seperti ini tidak jarang merupakan peluang emas yang
menawarkan peluang sukses. Lagipula, orang-orang besar dalam sejarah umat manusia
umumnya adalah orang-orang yang memiliki pemikiran yang “beda” dari orang
kebanyakan bukan? :)

2. Kaya Instan
Ternyata begitu banyak orang yang menganggap bisnis online adalah cara kaya instan. Dan begitu banyak yang berharap kaya instan atau kaya mendadak dari bisnis online. Termasuk orang pada kisah tersebut, menganggap bisnis online adalah untuk orang malas, tentunya karena ia mengira bisnis online menawarkan kaya instan. Dan menurutnya kaya cepat itu tidak lazim.
Pernah juga, ada salah seorang yang mendaftar di produk affiliasi saya. Ketika saya menjelaskan bahwa bisnis online itu bukan kaya instan, orang itu tidak jadi join dan menghilang entah ke mana :)


Tulisan saya di atas tidak bermaksud menyudutkan siapapun. Juga tidak ada maksud menggurui atau sok pintar. Saya hanya menyampaikan pendapat saya saja. Hidup adalah
Pilihan. Anda bebas memilih untuk mencari uang dengan cara konvensional. Itu sah-sah saja, tidak salah, dan sepenuhnya hak anda :)

Oh ya, bagaimana pendapat teman-teman sekalian? Dan apa yan akan anda lakukan bila berada di posisi saya saat itu? Ditunggu komentar nya.. :)

Baca Selengkapnya...

Rabu, 10 Juni 2009

WASPADA…Penyakit Berbahaya!!! Pastikan Anda Tidak Terjangkit !!!

Waspada ! Para ahli telah menemukan sebuah wabah penyakit berbahaya. Sebuah penyakit kronis yang telah ada sejak awal peradaban manusia. Bukan flu burung atau flu babi. Juga bukan SARS, Mad Cow Disease, AIDS ataupun kanker. Tapi penyakit ini cukup berbahaya bila tidak segera diobati.


Penyakit NGT-1 diindikasikan telah menjangkiti miliaran orang di seluruh dunia. Negara Indonesia termasuk salah satu negara yang paling parah terjangkit virus ini. Pastikan anda membaca deskripsi tentang penyakit ini. Bila dalam diri anda terdapat gejala-gejala yang serupa, segera laporkan ke rumah sakit terdekat. Petugas gabungan dari WHO akan segera mengkarantina anda.


Gejala awal :
- Kurang semangat menjalani hidup
- Kurang percaya akan kemampuan diri
- Sering membayangkan skenario negatif saat akan melaksanakan suatu rencana
- Mudah putus asa
- Mudah menyerah
- Tidak mensyukuri hal-hal baik yang terjadi dalam diri nya.

Gejala tingkat lanjut (kronis) :
- Tidak semangat menjalani hidup.
- Wajah sering kelihatan kusut, murung atau cemberut
- Menganggap sukses adalah angan-angan yang terlalu tinggi
- Menganggap orang yang ingin sukses adalah orang bodoh yang patut dikasihani
- Sering berprasangka buruk terhadap orang sukses, menganggap mereka menggunakan
cara-cara curang.
- Senang membicarakan kejelekan orang yang ‘lebih’ dari nya
- Mudah menemukan sisi negatif dari semua hal
- Bersikap sinis terhadap segala kiat-kiat sukses
- Percaya diri nya terlahir sebagai orang yang biasa-biasa dan akan menjadi orang
biasa-biasa seumur hidup
- Yakin bahwa kegagalan adalah akhir segalanya
- Menganggap belajar adalah buang-buang waktu
- Menganggap inovasi dan perubahan adalah hal bodoh
- 70 % isi pembicaraan nya adalah keluhan.
- Menganggap dirinya tidak punya kelebihan apapun.

Gejala stadium akhir :
- Hidup terlihat begitu gelap dan hitam
- Aura nya sangat suram (ketik REG spasi Aura untuk mengeceknya)
- Percaya bahwa tidak ada yang bisa diubah dari hidup ini.
- Percaya bahwa dirinya terlahir sebagai orang gagal
- Merasa tidak perlu berusaha dalam hal apapun daripada nanti gagal
- Menganggap sukses = mustahil, bahkan hal yang tabu untuk dibayangkan
- Sifat pesimis tingkat 10 menjalar ke seluruh syaraf nya
- Sangat yakin bahwa semua orang kaya pasti hasil dari korupsi, pemerasan, menipu,
menggunakan ilmu hitam, pelihara jin, pelihara tuyul, babi ngepet, dll
- Iri dan marah bila ada yang lebih sukses dari dirinya.
- Mempersiapkan 1000 ‘amunisi’ dalih dan alasan untuk mendebat habis-habisan orang
yang berani berbicara tentang kesuksesan di hadapannya.
- Amarah meledak, darah mendidih, telinga berasap saat mendengar kata ‘optimis’
- Menghujat seluruh kita dan metode sukses.
- Membakar setiap buku tentang kesuksesan.
- Membunuh setiap mimpi dan impian
- Menganggap dirinya adalah makhluk paling malang dan menyedihkan di dunia.


Penyakit NGT-1 bisa melemahkan semangat hidup, menghancurkan impian, membuat dunia terlihat sangat gelap, menimbulkan perasaan yang sangat tidak nyaman, menjauhkan teman, menambah musuh, menghalanginya dari solusi sukses dan membuat kesuksesan benar-benar menjadi mustahil untuk penderita penyakit tersebut.

Langkah Pengobatan :
- Selalu memulai hari dengan senyuman :)
- Minum obat Motivasi dosis tinggi 3x sehari :)
- Yakin bahwa hidup adalah pilihan, sukses atau gagal semua tergantung pilihan kita.
- Yakin bahwa asalkan ada kemauan, hidup bisa diubah. :)
- Yakin bahwa apa yang kita pikirkan, itulah yang akan terjadi sehingga membiasakan
berlatih berpikir positif :)
- Berani untuk memiliki mimpi :)
- Berani melakukan action untuk mewujudkan mimpi tersebut :)
- Yakin bahwa sukses adalah hak setiap orang. Setiap orang bisa sukses bila ia mau
Berusaha, termasuk anda :)
- Berlatih mengvisualisasikan ‘skenario-skenario’ yang positif :)
- Yakin bahwa setiap orang dilahirkan unik dan luarrr biasa dengan potensi nya masing-
masing, termasuk anda :)
- Hadiri seminar-seminar para motivator handal :)
- Sering-sering membaca artikel motivasi di solusi-sukses.blogspot.com
(promosi mode= on :p)

Segera cek apakah anda terjangkit penyakit NGT-1. Bila anda merasa jauh lebih nyaman saat membaca paragraf “Pengobatan” daripada paragraf-paragraf di atasnya, kemungkinan besar anda tidak terjangkit NGT-1. Segera periksakan diri anda :p




p.s: NGT-1 = NeGaTive-th1nking :p
Baca Selengkapnya...

Sabtu, 06 Juni 2009

Perjalanan 1000 mil Menuju Sukses

“ a 1000 miles journey was start from a little single step” – Lao Tze
(Perjalanan sepanjang 1000 mil berawal dari sebuah langkah kecil)

Sebuah kalimat pendek yang sederhana. Namun bagi saya , kalimat itu bukan sembarang kalimat. Itu adalah kalimat sakti yang bisa memotivasi saya untuk terus berjuang mengejar sukses. Sebuah password untuk mengaktifkan tombol semangat dalam diriku. Itulah sebabnya saya sering menulis “sukses besar berawal dari langkah-langkah kecil” dalam e-mail – e-mail yang saya kirimkan.

Masih ingat dengan kisah Sun Go Kong, si kera sakti? Sebuah karya sastra klasik yang menceritakan tentang perjalanan mengambil kitab suci dari Cina ke India. Walaupun itu cuma cerita fiksi, tapi bayangkan berapa jarak yang harus ditempuh dari Cina ke India dengan berjalan kaki. Apakah mereka bisa sampai di tujuan bila mereka tidak melangkahkan langkah pertama mereka?

Begitu pula dengan para penjelajah Eropa abad pertengahan. Kita ingat nama-nama seperti Colombus dan Marcopolo. Apakah Colombus bisa sampai di benua Amerika bila kapalnya tidak mulai meninggalkan pelabuhan. Apakah Marcopolo bisa bertualang di banyak negara bila tidak beranjak dari negara asalnya. Adakah perjalanan 1000 mil tanpa langkah pertama.

Setiap orang sukses, dalam bidang apapun, pasti perlu langkah pertama sebelum ia menemukan solusi sukses nya.. Soichiro Honda tidak akan merajai jalanan di dunia bila ia tidak mulai langkah pertamanya berkenalan dengan mesin. Michael Jordan tidak akan jadi legenda basket kalau dia tidak belajar men-drible bola. Tidak ada Bruce Lee sang master beladiri bila dia tidak mulai mempelajari jurus-jurus dasar. Thomas Alfa Edison tidak akan menciptakan penemuan-penemuan brilian bila ia tidak mulai dari percobaan pertamanya, meskipun ia berkali-kali gagal. Seorang internet marketer sukses tidak akan meraih kesuksesan nya bila ia tidak pernah berani terjun ke bisnis online.

Sukses mungkin bukanlah hal yang mudah diraih. Butuh tidak sedikit perjuangan dan pengorbanan untuk meraihnya. Perjalanan 1000 mil menuju sukses tidaklah selalu mulus. Ada saatnya kita berjalan terseok-seok, bahkan mungkin malah jatuh.

Dan kita tidak akan pernah sampai pada kesuksesan bila kita tidak memulai langkah pertama kita. Setelah langkah pertama, barulah ada langkah kedua, ketiga, keempat …hingga sampai pada impian-impian anda. Sekecil apapun keputusan yang anda ambil, akan berpengaruh terhadap masa depan anda. Termasuk ketika anda melangkahkan langkah pertama anda.

Dan satu hal lagi, ketika sedang berjuang meraih sukses, mungkin kita menemui berbagai kendala. Dalam bisnis online misalnya. “Kok penjualanku rendah sekali? Kok traffic blog ku sedikit sekali. Padahal aku telah menerapkan strategi A dan strategi B…” Jangan sampai hal itu membuat kita putus asa. Cari penyebabnya dan perbaiki. Sukses butuh proses. Dan kendala yang kita hadapi tersebut hanya bagian dari proses, bagian dari langkah-langkah kita. Jangan berhenti melangkah di tengah jalan.

Ingat selalu, a thousand miles journey start from a single little step :)

Mari bersama-sama kita berjuang, melangkahkan kaki menuju sukses :)

Baca Selengkapnya...

Senin, 01 Juni 2009

Tiga Keping Batu Bata

Kisah ini dimulai dari sebuah desa terpencil di Thailand. Di desa yang masih dikelilingi hutan itu, sekelompok Bikkhu sedang bekerja bakti memperbaiki vihara. Bangunan nya telah tampak memprihatinkan. Maklum, vihara itu terletak di tempat terpencil sehingga kurang mendapat perhatian.

Di antara para Bikkhu itu, ada seorang Bikkhu bernama Ajahn Brahm. Ia kebagian tugas untuk membangun tembok vihara. Semula, ia mengira ini adalah pekerjaan mudah. Tinggal menyusun batu bata dan merekatkannya dengan semen, pikirnya.

Namun, prakteknya tidak semudah kelihatannya. Kurang teliti sedikit, susunan batu bata nya akan miring. Berulang kali ia membongkar pasang susunan batu bata itu karena kerap kali susunan nya miring. Setelah beberapa lama, akhirnya selesai juga tembok bata tersebut.

Hatinya begitu puas. Ia memandangi hasil karyanya dengan penuh kekaguman. Tapi tunggu dulu. Matanya tertuju pada tiga keping batu bata yang tampak miring. Ia jadi merasa tidak puas. Setiap kali ia lewat di dekat tembok itu, matanya selalu tertuju pada tiga keping batu bata itu. Hal ini menjadi beban pikirannya.

Pembangunan vihara itu akhirnya selesai juga. Tiba hari peresmian nya. Para pengurus dan donatur dari kota berdatangan untuk menghadiri acara peresmian tersebut. Mereka berkeliling untuk melihat hasil pembangunan vihara. Sang Bikkhu menemani mereka berkeliling, hingga tibalah di tembok bata itu.

“Hasil pekerjaan anda sungguh bagus. Tidak kalah dengan tukang bangunan sungguhan”
“Anda bercanda. Bukan kah ketiga keping batu bata itu susunannya miring?”
“Yang mana? Oh itu.. Saya malah tidak melihatnya bila anda tidak bilang.”

(Kisah aslinya ditulis oleh Y.A. Ajahn Brahm, seorang Bikkhu kelahiran Australia yang menjalani pembinaan diri di Thailand, berdasarkan pengalaman pribadinya)

Sadar atau tidak sadar, kita juga sering mengalami yang seperti itu. Sering kali kita hanya fokus pada tiga keping batu bata yang jelek dalam diri kita. Padahal masih terdapat puluhan keping batu bata yang bagus, yang membentuk tembok diri kita. Orang lain belum tentu melihat ketiga keping batu bata jelek itu. Malah justru kita sendirilah yang malah membuat orang lain menyadari keberadaan ketiga keping batu bata itu.

Apa yang bisa dipelajari dari kisah ini?

1. Belajar menerima kekurangan diri
Semua manusia pasti memiliki kekurangan. Adakah manusia biasa yang sempurna? Daripada kita terus fokus pada kekurangan tersebut atau berusaha menyangkalnya, cobalah untuk menerimanya. Perbaiki kalau memungkinkan. Tapi yang penting, kita harus belajar bisa menerima kekurangan kita dulu.


2. Belajar menghargai kelebihan/ talenta /potensi diri
Seperti halnya semua manusia tidak luput dari kekurangan, demikian pula setiap manusia pasti punya kelebihan masing-masing. Tergantung kita, apakah bisa melihat keberadaan puluhan keping batu bata yang bagus tersebut. Syukurilah kelebihan / potensi yang kita miliki, dan kembangkanlah untuk menemukan solusi sukses kita.



Sering kali kita merasa down karena omongan atau ejekan orang lain. Tapi, ada kalanya kita harus bisa menutup telinga terhadap komentar-komentar negatif itu. Kita bisa belajar dari keledai. Terlalu peduli dengan pendapat negatif orang lain bisa menghambat kita dalam menemukan solusi sukses kita. Lakukan saja yang terbaik. Selalu percaya diri dan tetap semangat !! :)

Baca Selengkapnya...