Mau Belajar Cara Yang Benar Untuk BENAR-BENAR Menghasilkan Uang Lewat Internet??

Klub Bisnis Internet Berorientasi Action

Ingin Men-Share artikel ini?

Bila Anda merasa artikel ini bermanfaat, anda boleh sharing artikel ini ke teman, kerabat atau saudara anda lewat facebook. Caranya mudah. Tinggal meng-klik gambar "Share on Facebook" yang ada di bagian akhir tiap artikel. Semoga bermanfaat :)

Sabtu, 13 Juni 2009

Bisnis Online Hanya Untuk Pemalas…

Apa perasaan anda ketika membaca judul itu? Bingung? Jengkel? Atau bahkan marah? Menganggap saya tidak konsisten? “Masak internet marketer malah mengatakan bisnis online hanya untuk pemalas… Hajar!! “ . Tunggu..tunggu.. ^^” Sebelum anda menimpuk saya dengan batu, ada baiknya membaca lebih lanjut artikel ini ^^”

Di suatu hari yang cerah, saya mendapati diri saya sedang duduk di dalam kelas. Saat itu adalah jam kuliah. Saat itu, dosen kami sedang meninggalkan ruangan karena suatu keperluan. Suasana kelas pun jadi ribut. Ya iya lah, ada dosen aja ribut, apalagi kalo tidak ada dosen :)

Di antara lantunan simfoni “kegaduhan kelas” itu, tidak sengaja saya mendengar sepotong lirik..eh..percakapan yang menarik perhatian saya. Radar saya menangkap ada orang yang sedang membicarakan tentang bisnis online. Tertarik, saya pun melanjutkan mendengarkan.

Berikut potongan percakapan tersebut, disajikan sesuai versi aslinya dalam bahasa Jambi.

A : “ e-mail facebook kau apo? Biak aku add.. “
B : “ xxxx@xxx.com …di add yo! “
A : “ Ini (sambil menunjuk iklan ads tentang bisnis online pada facebook), sekarang
banyak yo iklan kayak gini..”
B : “ Iyo.. Aku jugo sering nampak yang kayak gitu”
A : “ Kato nyo biso kayo..Entah iyo entah idak”
B : “ Aih..jangan-jangan ngota (= bohong) la tuh. Di internet kan banyak penipu “
A : “ Kadang-kadang aku tertarik jugo sih..Katonyo harus transfer duo ratus ribu gitu”
B : “ Kalo aku sih dak pernah tertarik “
A : “ Aku baco (sales letter) nyo , kalo dipikir-pikir masuk akal jugo “
B : “ Hmm..”
A : “ Aih..Tapi itu cuma untuk orang malas bae la. Mau cepet kayo. Kito kalo mau duit
yo kerjo bener-bener tu lah, yo dak?. Ngapoin jugo ikut-ikut yang kayak gini “
B : “ Iyo.. betol itu.. “
( pembicaraan berpindah ke topik lain..)

Karena saat itu saya sedang tidak ingin berdebat, tidak punya energi untuk berdebat dan memang tidak suka berdebat…apalagi kalo nanti jadi ajang debat kusir yang tidak berkesudahan.. jadi saya memilih untuk mendengarkan saja. Alih-alih mendebatnya, otak saya berputar, bagaimana caranya percakapan singkat ini bisa dijadikan artikel menarik dalam blog saya :)

Saya tidak ingin mengatakan pendapatnya salah. Memang kalo dilihat dari persepsi saya, jelas pandangannya keliru. Tapi tiap orang kan berhak punya pandangannya sendiri. Yang benar menurut saya, belum tentu benar menurut dia. Apalagi kebebasan berpendapat dilindungi undang-undang :p .


Dan dari pembicaraan itu, saya mempunyai beberapa asumsi :

1. Mental Block
Lahirnya pendapat tersebut, menurut saya, adalah karena sebuah mindset yang sangat
kuat yang tertanam dalam pikirannya. Mindset yang secara sadar atau tidak
ditanamkan padanya oleh keluarga atau lingkungan, bahwa untuk mendapatkan uang
itu harus kerja keras dengan cara yang lazim dilakukan orang kebanyakan. Kerja
keras,tentu saja itu mindset yang sangat bagus. Tapi, penekanan “dengan cara yang
lazim dilakukan orang kebanyakan” akan menciptakan suatu mental block yang akan
menciptakan seribu alasan/dalih untuk menolak segala metode alternatif penghasil
uang yang dianggap tidak biasa, dalam hal ini bisnis online. Padahal metode-metode
penghasil uang alternatif seperti ini tidak jarang merupakan peluang emas yang
menawarkan peluang sukses. Lagipula, orang-orang besar dalam sejarah umat manusia
umumnya adalah orang-orang yang memiliki pemikiran yang “beda” dari orang
kebanyakan bukan? :)

2. Kaya Instan
Ternyata begitu banyak orang yang menganggap bisnis online adalah cara kaya instan. Dan begitu banyak yang berharap kaya instan atau kaya mendadak dari bisnis online. Termasuk orang pada kisah tersebut, menganggap bisnis online adalah untuk orang malas, tentunya karena ia mengira bisnis online menawarkan kaya instan. Dan menurutnya kaya cepat itu tidak lazim.
Pernah juga, ada salah seorang yang mendaftar di produk affiliasi saya. Ketika saya menjelaskan bahwa bisnis online itu bukan kaya instan, orang itu tidak jadi join dan menghilang entah ke mana :)


Tulisan saya di atas tidak bermaksud menyudutkan siapapun. Juga tidak ada maksud menggurui atau sok pintar. Saya hanya menyampaikan pendapat saya saja. Hidup adalah
Pilihan. Anda bebas memilih untuk mencari uang dengan cara konvensional. Itu sah-sah saja, tidak salah, dan sepenuhnya hak anda :)

Oh ya, bagaimana pendapat teman-teman sekalian? Dan apa yan akan anda lakukan bila berada di posisi saya saat itu? Ditunggu komentar nya.. :)

27 komentar:

  1. Bisnis Online sebenarnya adalah salah satu cara untuk menjual produk yang kita miliki untuk memperlkenalkannya ya perlu usaha dan promosi. Hal inilah yang kita lupa tanpa di promosikan siapa yang bisa tahu klo kita jualan?

    BalasHapus
  2. met kenal ya wellsen....
    great posting...

    suksess trus
    tetap semangat

    BalasHapus
  3. @ Artha :

    Betul mbak..
    terima kasih atas komentarnya :)

    BalasHapus
  4. @ Wiwin Dwi Susanti .SHI :

    met kenal juga Wiwin :D
    makasih atas kunjungan nya :)

    BalasHapus
  5. Tindakan kamu untuk menjadi pendengar itu sudah tepat Mas Wellsen. Bisnis Online tidak perlu diperdebatkan. Buang-buang waktu saja. Cara terbaik untuk memahamkan mereka yang belum sepaham dengan bisnis online adalah dengan menunjukkan REKAP TRANSFER REKENING BANK hasil dari bisnis online. Dan lihat apa yang terjadi padanya?

    Nice article
    Salam Istimewa!

    BalasHapus
  6. Menurut aku yang sukses di bisnis online ya yang rajin puolll, lebih susah lho drpd offline, bener.. kita ga usah ngedengerin koment orang yang pada syirik ma bisnis online deh...

    BalasHapus
  7. selamat menjalani kehidupan nyata mas.. sehari-hari ada lebih dari 10 orang yang tanya soal cari uang di internet dan mereka cuma ngetes kita..

    untung saya punya senjata hebat.. kasih liat aja foto jalan2 saya di eropa.. langsung mingkem deh

    BalasHapus
  8. @ Umar Puja Kusuma :

    Sebelumnya, terima kasih atas kunjungannya mas Umar :D
    Tadinya saya mengira seharusnya saya berusaha mendebatnya..
    ternyata tindakan saya sudah tepat..
    Terima kasih masukannya mas :)
    Salam sukses..

    BalasHapus
  9. @ trieand :

    Setuju mbak :)
    bisnis online tuh gak semudah membalikkan telapak tangan lho :D

    BalasHapus
  10. @ Mas Hengky :

    Siap mas :)
    Terima kasih banyak atas masukannya :)

    BalasHapus
  11. hmpir sya tmpuk tdi, ni udh ada bata! =))=)) klo gak dah dthan td dah macam gini jadinya => b-(

    =))

    ya wajar sih, sbnernya mreka bcra sprti itu krena mreka krang referensi dan krngnya infrmasi yg bnar. Jdi wjar ada yg gak pcaya atw mmndang sblah mata. Krena org trkdang btuh bkti dan kdang jga mndpat rfrensi dari org yg sama2 krng paham...

    BalasHapus
  12. Bener tuh mas, sangat disayagkan ya banyak orang yang antipati dengan bisnis internet hanya karena sebatas pernah mendengar saja tanpa pernah mengalaminya dulu..Yang penting tidak usah didengarkanlah orang-orang seperti itu, komunitas adalah salah satu faktor penentu kesuksesan kita, nah sekarang yang penting anda sudah berada dikomunitas yang tepat tho..
    salam sukses buat mas wellsen :)

    Ricky
    Businessman

    BalasHapus
  13. menjadi sebuah masukan yg perlu dihayati ne..
    monggo mampir, ntar di smbut tahu goreng...

    BalasHapus
  14. @ Ardy Pratama :

    jangan bro.. 8-}
    ntar sp yg ngisi blog ni..
    hahahaha =))

    iy, btul juga..
    semoga mereka mendapat pencerahannya sendiri deh..
    haha..

    BalasHapus
  15. @ Ricky :

    Betul mas..
    positif thinking aja d..
    mereka hanya kurang mengerti..
    hehe..
    thanks atas support dan dukungannya.. :D

    Salam sukses juga buat mas Ricky :)

    BalasHapus
  16. @ hendra :

    oke mas..
    ntar aku mampir :D
    sekalian es teh nya ya.. :p

    BalasHapus
  17. kebanyakan orang indonesia pikirannya sudah tertanam bahwa mereka inginnya sukses dengan cara instan, dan lagi tidak mau susah susah untuk bisa mencapai kesuksesan, kalo bisa ,suskes dengan cara yang tidak benar, yah...semacam gitulah...semua orang dah pada tau :-), knapa yah..? bangsa kita sulit sekali untuk mengalahkan Jepang..uppss...terlalu jauh kali...gimana kalo tetangga bangsa kita, katakanlah Malaysia.
    bisnis internet saya katakan merupakan bisnis yang suuuaannggatt sulitttt !!! butuh waktu,kesabaran. Apa ada bisnis lain yg ngga butuh waktu ? buka usaha franchise pun butuh waktu untuk bisa balik modal..ya ngga? :-),kalo bisnis internet modalnya yahh..paling paling maintenance hosting aja yang gede..hihihii..

    BalasHapus
  18. @ Daniel-bisnis internet :

    Terima kasih atas komentarnya yang lengkap sekali :)
    hehehe..
    Mungkin penyebabnya adalah ada yang salah pada mindset masyarakat kita..
    Cara berpikir yang perlu sedikit dibenahi..
    Betul..
    Bisnis apapun pasti butuh waktu, proses, kesabaran, keahlian/keterampilan, pembelajaran, dll :D

    BalasHapus
  19. Salam kenal Mas wellsen...saya ALie dari tangerang,dengan alamat website http://ximple.comxa.com
    baru mulai jalanin bisnis online,nih. saya maen juga di situs PTC luar negeri. Boleh tanya..
    Kalau kita dapet pembayaran dari situs itu,payout nya kemana,ya? Kalo misalnya mereka payoutnya ke rekening PayPal saya,apa bisa dari PayPal transfer ke rekening Mandiri di Indonesia? Sedangkan saya dapetnya kan dalam bentuk dolar.

    BalasHapus
  20. Salam kenal juga mas Sancaka :)
    Karena tidak menemukan e-mail anda, saya jawab di sini saja ya :)

    Tentang payout nya dibayar ke mana, sebaiknya anda melihat bagian term of service dari program PTC tersebut..

    Bisa koq, mas, withdraw paypal ke rekening bank lokal. Dollar nya akan otomatis dikonversi ke rupiah.

    Untuk yang lebih detail, bisa lihat di www.paypalindonesia.com atau ditanyakan langsung ke teman saya yang ahli VCC Paypal yaitu mas Hengky

    Semoga membantu :)

    BalasHapus
  21. tergantung siapa yang menjalani bisnisnya bos, setiap bisnis selalu ada faktor resiko, ngak selalu lurus lurus terus

    BalasHapus
  22. @ dian :

    setuju :)
    so, kurang tepat kalo menyalahkan bisnis nya saja, tanpa introspeksi diri..

    BalasHapus
  23. sukses buat mas wellsen,,,,,

    BalasHapus
  24. tetap semangat untuk lebih baik.........

    BalasHapus
  25. @ marketing :

    makasih mas..
    sukses juga buat anda :)

    BalasHapus
  26. Sebenarnya klo org lebih memilih utk berbisnis online full time salah gak sih? Soalnya nanti takutnya dibilang aneh dan kuper krn kerjaannya di dpn monitor terus dan ga byk bersosialisasi dgn org2. Sementara org lain pada keluar rumah bekerja dan berinteraksi dgn rekan kerjanya. Gmn kira2?

    BalasHapus

Saya mengharapkan partisipasi anda dalam blog ini. Jadi jangan sungkan untuk ikut menuliskan komentar anda pada kotak komentar yang telah tersedia di bawah ini :)